Nelayan Cianjur Dilaporkan Hilang, SAR Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Kamis, 22 Okt 2026, 00:19 WIBCIANJUR - Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menerima laporan mengenai satu orang nelayan yang diduga hilang terjatuh dari perahu di Perairan Cidamar, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa informasi kejadian diterima dari Aiptu Adin, petugas Satpolairud Cidaun Cianjur, pada pukul 16.05 WIB, sehingga SAR Bandung segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kami memberangkatkan satu tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan setelah menerima informasi dari petugas Satpolairud, melakukan koordinasi untuk memastikan kebenaran informasi dan menyiapkan personel beserta peralatan SAR," katanya.
Tim rescue telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban bernama Sandi M (24) warga Kampung Cipakis, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun.
Informasi awal yang diterima dari saksi bernama Budi, korban berangkat melaut menggunakan perahu nelayan bernama Nadia Putri pada Senin (19/10) sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada Rabu perahu tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa awak di wilayah Perairan Cidamar.
Perahu kemudian dievakuasi oleh saksi, sementara keberadaan korban hingga laporan diterima masih belum diketahui, kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Rukun Nelayan PP Jayanti kepada petugas piket Satpolairud.
Tim rescue Kantor SAR Bandung yang terdiri dari lima personel diberangkatkan pada pukul 16.20 WIB menggunakan satu unit rescue car dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR, termasuk satu set peralatan SAR air, alat komunikasi, dan alat pelindung diri (APD).
" Tim SAR Bandung berkoordinasi dengan Satpolairud Cidaun Cianjur. Unsur SAR yang terlibat terdiri dari lima personel Basarnas Kantor SAR Bandung dan personel Polairud Cidaun Cianjur," katanya.
Dia menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca, karakteristik perairan, serta aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat sehingga pencarian cepat dapat dilakukan dan jasad korban ditemukan.
âKami berharap korban segera ditemukan dan mengimbau seluruh unsur yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi, serta kepada masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi terkait kejadian segera melaporkan kepada petugas,â katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
"Countdown" Asian Games 2026 Telah Dimulai, Upacara Pembukaan Tinggal 10 Hari, Atlet Indonesia Bersiap Unjuk Gigi
-
Bupati Luwu Timur Tegaskan Koperasi Merah Putih Siap Perluas Pasar UMKM
-
Situasi Darurat! RSJ Sambang Lihum Evakuasi Puluhan Pasien Gara-gara Karhutla
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
Mobil Listrik Asal China Makin Laris di Inggris, Tapi Ancaman Tarif Mengintai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.