Langkah Inovatif Sleman! Lahan Kurang Produktif Kini Dimanfaatkan untuk Kebun Kelengkeng

Kamis, 22 Okt 2026, 00:26 WIB

SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berhasil menghasilkan buah kelengkeng berkualitas melalui pengembangan kebun buah organik dan sudah dapat dipanen dalam waktu satu tahun.

​Panen perdana yang berlangsung pada Rabu (21/10) tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Caturharjo bersama PT MBI dan PT IMP 168 dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan daerah.

Ket. Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya panen perdana kelengkeng organik di Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Sleman pada Rabu (21/10). — Sumber: Antara foto/HO Prokopim Sleman

​Bupati Sleman Harda Kisway di Sleman, Rabu, , menyampaikan apresiasinya atas upaya pemerintah kalurahan dan mitra usaha dalam mengembangkan tanaman buah pada lahan yang sebelumnya kurang produktif.

​"Hasil panen tanaman kelengkeng ini menunjukkan keberhasilan Pemkal Caturharjo. Hasilnya bisa dilihat, di lokasi ini Pak Lurah Agus Sutanto bisa membuktikan, buahnya besar-besar dan manis sekali," kata Harda.

​Harda menilai pengembangan kelengkeng di Caturharjo dapat menjadi percontohan pemanfaatan lahan secara optimal, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konservasi tanah.

​"Kami berharap keberhasilan ini dapat mendorong pemanfaatan tanaman keras atau tanaman tahunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga," katanya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY KPH Yudanegara juga mendorong optimalisasi lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara produktif di wilayah DIY agar dikembangkan menjadi area tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus fungsi ekologis.

​"Melalui optimalisasi lahan di Caturharjo ini, tanah-tanah yang tidak produktif bisa dikembangkan lagi untuk menanam tanaman buah, maupun mengoptimalkan yang sudah ada," ujar Yudanegara.

​Ia menjelaskan pohon kelengkeng yang dipanen tersebut ditanam sekitar satu tahun lalu. Panen perdana ini membuktikan potensi pengembangan tanaman buah tahunan sebagai salah satu opsi efektif pemanfaatan tanah kalurahan.

​Kerja sama antara pemerintah kalurahan dan dunia usaha menjadi elemen kunci dalam keberhasilan pengembangan kebun tersebut.

Model kolaborasi ini berpotensi direplikasi untuk mengoptimalkan aset desa, memperluas sektor pertanian produktif, serta membuka peluang ekonomi baru berbasis komoditas buah.

"​Dengan pengelolaan yang konsisten pada produktivitas kebun, kepastian pasar, dan penanganan pascapanen, kebun buah organik di Manggunan diproyeksikan tidak hanya menjadi sentra produksi, melainkan juga sarana edukasi pertanian dan penggerak ekonomi lokal," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.