Karhutla Gunung Sumbing Ditangani Intensif, Kapolda Jateng Fokus Cegah Api Meluas
Kamis, 22 Okt 2026, 00:28 WIBWONOSOBO - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyampaikan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Wonosobo terus diintensifkan dengan memprioritaskan melokalisasi api agar tidak menjalar ke permukiman warga.
"Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar. Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing (pengebom air) yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan," katanya di Wonosobo, Rabu.
Ia mendorong penetapan status tanggap darurat serta menyiapkan opsi pemadaman udara melalui pengeboman air untuk menjangkau api di medan ekstrem.
Personel gabungan terus berupaya membatasi penjalaran api, terutama agar tidak merambat turun ke kawasan hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman.
Ia menjelaskan kondisi medan yang terjal dan ekstrem menjadi tantangan utama pemadaman darat.
Oleh karena itu, selain mengoptimalkan peralatan konvensional dan partisipasi warga, penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing maupun gunung-gunung lain di Jawa Tengah, diberlakukan secara ketat demi keselamatan masyarakat.
Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pengelola kawasan Perhutani untuk meningkatkan disiplin serta tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta mematuhi penutupan jalur pendakian hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menjelaskan penetapan status tanggap darurat diambil bersama pemerintah daerah mengingat luasnya dampak kebakaran yang telah melampaui 100 hektare, sehingga membutuhkan percepatan dukungan perbantuan.
Berdasarkan data Polres Wonosobo, total area terdampak diperkirakan mencapai 306 hektare, dengan 140 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Saat ini tim memfokuskan penanganan pada dua hamparan titik api aktif seluas 90 hektare dan 70 hektare.
"Sebanyak 180 personel yang terbagi dalam enam peleton kami sebar ke titik-titik kritis, seperti kawasan Banyumudal. Selain membuat sekat bakar, kami juga dibantu warga petani setempat yang mengerahkan mesin pompa steam air untuk membasahi area rawan," katanya.
- Kapolda Jateng
- Gunung Sumbing
- Kebakaran
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Waspadai Ancaman Senyap Infeksi Parasit, Kalbe Animal Health Dorong Deteksi Dini Kesehatan Hewan Peliharaan
-
Kebakaran Besar Hanguskan 500 Rumah di Bangka Selatan, Api Diduga dari Lahan yang Terbakar
-
Kebakaran Melanda Gudang Pembuatan Kapal di Kepulauan Seribu, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
-
Jaga Pasokan Air bagi Masyarakat, BP Batam Pastikan Peningkatan Layanan Air Bersih
-
Swiss Menggila! Makedonia Utara Jadi Korban, Slovenia Bikin Skotlandia Tak Berkutik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.