• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Era Kecerdasan Buatan Just...

Era Kecerdasan Buatan Justru Akan Banyak Serangan Siber bagi Perusahaan?

Kamis, 22 Okt 2026, 00:23 WIB

JAKARTA – Era kecerdasan buatan (AI) bukan berarti perusahaan atau bisnis semakin aman dari serangan siber, malahan bisa makin rawan. Serangan siber menjadi salah satu permasalahan yang berisiko dapat melumpuhkan layanan dan mengganggu operasional bisnis seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

“Keputusan yang dibuat oleh para pemimpin hari ini akan menentukan posisi organisasi mereka dalam beberapa tahun ke depan. AI mengubah cara bisnis beroperasi, sementara ancaman siber dan perkembangan teknologi baru turut mengubah risiko yang harus mereka hadapi,” kata President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher dalam Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Rabu.

Ket. Foto: kecerdasan buatan — Sumber: ist

Patrick menyoroti bahwa pada masa kini perkembangan AI dan ancaman siber dapat mengubah risiko yang harus diperhitungkan perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Perkembangan tersebut perlu diikuti keputusan yang jelas mengenai prioritas, investasi, dan kemampuan yang diperlukan organisasi dalam menghadapi era AI.

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menilai keamanan siber harus menjadi fondasi bagi inovasi dan adopsi AI.

“Keamanan siber harus menjadi fondasi bagi inovasi dan adopsi AI, yang didukung oleh investasi berkelanjutan dalam sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi,” kata Edwin.

Menurut Edwin, Indonesia perlu memperkuat kapasitas talenta digital serta membangun kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil.

Sedangkan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Slamet Aji Pamungkas menyoroti transformasi digital dan inovasi tidak dapat berjalan berkelanjutan tanpa keamanan siber.

“Kita dapat berbicara tentang AI, transformasi digital, inovasi dan masa depan teknologi. Namun, semua ambisi tersebut tidak akan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa keamanan siber,” ujar Slamet.

Slamet menyebut aspek keamanan perlu menjadi bagian dari setiap tahap pengembangan digital, mulai dari sistem yang dirancang hingga teknologi yang diadopsi. Sementara penguatan ketahanan siber merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.