• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bertahun-tahun Belajar Seb...

Bertahun-tahun Belajar Sebelum Mandiri

Kamis, 22 Okt 2026, 07:27 WIB

ANAK orangutan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasai keterampilan mencari makan, bergerak di antara pepohonan, dan membangun sarang. Penelitian menunjukkan proses belajar itu berlangsung bertahap, sementara kedekatan dengan induk membantu mereka menghadapi kehidupan di hutan.

Menjadi orangutan dewasa bukan sekadar persoalan bertambah besar dan kuat. Sejak masih kecil, orangutan harus mempelajari berbagai keterampilan yang menentukan kemampuannya bertahan hidup di hutan tropis.

Ket. Foto: Mukah, seekor orangutan Kalimantan betina, mendekap bayinya yang baru berusia 10 hari di Kebun Binatang Bioparc di Fuengirola pada 30 April 2026. — Sumber: JORGE GUERRERO / AFP

Mereka perlu mengenali makanan yang dapat dikonsumsi, menemukan sumber pangan yang tidak selalu tersedia sepanjang tahun, bergerak dengan aman di antara cabang pohon, serta membangun sarang untuk beristirahat. Proses tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu alasan orangutan dikenal memiliki masa ketergantungan yang panjang terhadap induknya.

Tidak seperti banyak mamalia yang relatif cepat meninggalkan induk setelah mampu makan sendiri, anak orangutan tetap berada di dekat induknya meskipun telah menguasai sejumlah keterampilan dasar. Kedekatan itu memberi mereka kesempatan untuk terus mengamati perilaku orangutan dewasa, berlatih, dan memperoleh pengalaman sebelum menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Penelitian terhadap orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang diterbitkan dalam American Journal of Physical Anthropology pada 2005 menggambarkan tahapan perkembangan tersebut. Peneliti Maria A. van Noordwijk dan Carel P. van Schaik mempelajari perkembangan kemandirian anak orangutan di hutan rawa Sumatra. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa kemampuan praktis mulai berkembang sejak usia dini, tetapi penguasaan keterampilan hidup dan kemandirian penuh tidak terjadi sekaligus.

Dalam penelitian itu, orangutan berusia sekitar tiga tahun telah menunjukkan kemandirian bergerak yang cukup baik. Kemampuan membangun sarang juga berkembang pesat pada usia tersebut. Namun, anak-anak itu masih berbagi sarang dengan induknya dan umumnya baru disapih pada usia sekitar tujuh tahun.

Mereka baru mulai menjelajah secara mandiri tanpa terus berada di sekitar induk pada usia yang lebih tua, dengan perkiraan sekitar 11 tahun dalam populasi yang diteliti. Rentang usia ini memperlihatkan bahwa kemampuan melakukan sesuatu sendiri tidak selalu berarti seekor orangutan sudah sepenuhnya siap hidup tanpa induknya.

Anak mungkin sudah mampu berpindah dari satu pohon ke pohon lain atau menyusun ranting untuk membuat sarang, tetapi masih memerlukan waktu untuk mengembangkan keterampilan lain dan menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Sarang yang Rumit

Salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai orangutan adalah membangun sarang di pepohonan. Bagi manusia, tempat tidur merupakan benda yang bisa dibuat atau dipindahkan dengan mudah.

Bagi orangutan liar, sarang harus dibangun sendiri menggunakan cabang, ranting, dan dedaunan yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Sarang itu menjadi tempat beristirahat, terutama pada malam hari, sekaligus membantu melindungi tubuh dari kondisi lingkungan.

Membangun sarang yang kokoh bukan sekadar mengumpulkan ranting. Orangutan harus memilih pohon yang sesuai, menekuk dan menyusun cabang, serta mengatur bahan-bahan agar membentuk landasan yang mampu menopang berat tubuhnya. Sarang malam juga dapat dilengkapi lapisan daun atau bagian tambahan yang membuatnya lebih nyaman. Struktur yang lebih kompleks membutuhkan rangkaian gerakan dan keputusan yang tidak sederhana.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Animal Behaviour pada 2024 menunjukkan bahwa keterampilan membangun sarang pada orangutan Sumatra berkembang secara bertahap selama sekitar tujuh tahun. hay

  • habitat orangutan

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.