Bandara King Fahd Arab Saudi Kembali Diserang, Satu Orang Tewas
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 08:35 WIB | Oleh: Lili LestariRIYADH — Otoritas Penerbangan Sipil Saudi mengumumkan, satu warga Saudi tewas dalam serangan pada Rabu (21/10) malam di Bandara Internasional King Fahad di Dammam, Arab Saudi, di Teluk Persia dekat Bahrain dan Qatar.
Dilaporkan Associated Press, Otoritas Penerbangan Sipil juga menyebutkan delapan orang terluka dan telah dipindahkan ke rumah sakit. Bandara juga mengalami beberapa kerusakan material. Layanan pelacakan penerbangan global Flightradar24 mengatakan pada Kamis malam di X bahwa penerbangan telah dialihkan dari bandara tersebut.
Bandara King Fahad sebelumnya telah diserang di tengah gelombang serangan rudal dan proyektil Houthi yang lebih luas yang menargetkan bandara-bandara utama di Arab Saudi. Kelompok Houthi yang didukung Iran belum berkomentar tentang serangan ini. Koalisi Saudi mengumumkan mereka mencegat 4 serangan drone di wilayah Timur. Hal ini terjadi setelah dua orang tewas dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada Rabu pagi.
Kementerian tersebut mengatakan dua orang yang tewas adalah warga negara Nepal dan Filipina, sedangkan yang terluka adalah warga negara Pakistan dan India.
Puing-puing yang berjatuhan juga memicu kebakaran di kendaraan kontraktor di ladang minyak Shaybah, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Arab Saudi mengalami berbagai serangan terhadap bandara dan fasilitas minyaknya yang dilancarkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.
Bulan lalu, puing-puing dari drone Houthi yang dicegat menewaskan seorang warga Yaman yang tinggal di Arab Saudi. Itu adalah korban sipil pertama sejak Houthi meningkatkan serangan mereka terhadap kerajaan tersebut, menargetkan pelayaran dan fasilitas minyak Saudi.
Awal bulan ini, kebakaran kecil terjadi di sebuah gedung administrasi di Aramco, salah satu fasilitas minyak terbesar di dunia, yang menjadi sasaran serangan di Provinsi Timur Arab Saudi, kata kementerian energi saat itu.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah kembali berkobarnya pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi, yang telah mengakhiri gencatan senjata selama empat tahun. Pertempuran di Yaman menandai eskalasi baru dalam krisis Timur Tengah yang semakin meluas.
Bandara Internasional King Khalid Riyadh, yang beberapa kali diserang oleh Houthi bulan ini dan ditutup pada 10 Oktober, dibuka kembali untuk penerbangan domestik pada hari Rabu.
Saudia dan FlyNas mengoperasikan penerbangan, menurut data FlightAware. Maskapai penerbangan besar, termasuk Lufthansa dan Air France, telah membatalkan layanan hingga pertengahan November.
Kelompok Houthi telah mengakui menyerang bandara tersebut, dan mengklaim tanpa bukti bahwa Arab Saudi menyediakan peralatan militer kepada pasukan pemerintah melalui fasilitas tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!