Angga Kurniawan yang Tenggelam Ditemukan di Pantai Ngalur Tulungagung

Kamis, 22 Okt 2026, 16:07 WIB

TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR --  Tim SAR gabungan menemukan Angga Kurniawan (31), nelayan gurita asal Desa Kalibatur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang hilang akibat tergulung ombak di Pantai Ngalur, dalam kondisi meninggal dunia, Rabu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung Achmad Mugiyono mengatakan, tim menemukan korban mengapung di perairan sekitar empat mil laut dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Ket. Foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Angga Kurniawan, nelayan gurita yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tergulung ombak di Pantai Ngalur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (21/10). — Sumber: Antara/HO - Basarnas Pos SAR Trenggalek

Ia menjelaskan tim SAR gabungan memulai kegiatan pencarian dengan pengarahan dan pembagian search and rescue unit (SRU) sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 07.05 WIB, tim menerima informasi dari nelayan mengenai penemuan jenazah yang mengapung di laut.

"Setelah mendapat informasi, tim SAR gabungan segera menuju lokasi penemuan jenazah sesuai laporan nelayan," katanya.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke daratan sekitar pukul 08.00 WIB untuk menjalani proses identifikasi.

Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut merupakan Angga Kurniawan, nelayan gurita yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tergulung ombak.

Setelah proses identifikasi selesai, petugas menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Pihak keluarga tidak menghendaki pelaksanaan autopsi terhadap korban.

Mugiyono mengatakan, penemuan dan evakuasi korban mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.

"Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," ujarnya.

Dari Cianjur

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menerima laporan mengenai satu orang nelayan yang diduga hilang terjatuh dari perahu di Perairan Cidamar, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa informasi kejadian diterima dari Aiptu Adin, petugas Satpolairud Cidaun Cianjur, pada pukul 16.05 WIB, sehingga SAR Bandung segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kami memberangkatkan satu tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan setelah menerima informasi dari petugas Satpolairud, melakukan koordinasi untuk memastikan kebenaran informasi dan menyiapkan personel beserta peralatan SAR," katanya.

Tim rescue telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban bernama Sandi M (24) warga Kampung Cipakis, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun.

Informasi awal yang diterima dari saksi bernama Budi, korban berangkat melaut menggunakan perahu nelayan bernama Nadia Putri pada Senin (19/10) sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada Rabu perahu tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa awak di wilayah Perairan Cidamar.

Perahu kemudian dievakuasi oleh saksi, sementara keberadaan korban hingga laporan diterima masih belum diketahui, kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Rukun Nelayan PP Jayanti kepada petugas piket Satpolairud.

Tim rescue Kantor SAR Bandung yang terdiri dari lima personel diberangkatkan pada pukul 16.20 WIB menggunakan satu unit rescue car dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR, termasuk satu set peralatan SAR air, alat komunikasi, dan alat pelindung diri (APD).

" Tim SAR Bandung berkoordinasi dengan Satpolairud Cidaun Cianjur. Unsur SAR yang terlibat terdiri dari lima personel Basarnas Kantor SAR Bandung dan personel Polairud Cidaun Cianjur," katanya.

Dia menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca, karakteristik perairan, serta aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat sehingga pencarian cepat dapat dilakukan dan jasad korban ditemukan.

“Kami berharap korban segera ditemukan dan mengimbau seluruh unsur yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi, serta kepada masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi terkait kejadian segera melaporkan kepada petugas,” katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.