Tak Hanya Pulau Komodo, Kemenpar Dorong Wisatawan Jelajahi Destinasi Daratan Flores
Rabu, 21 Okt 2026, 01:30 WIBJakarta - Kementerian Pariwisata mempromosikan beragam atraksi wisata daratan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kegiatan perjalanan pengenalan (familiarization trip) yang melibatkan agen perjalanan, operator tur, perwakilan media massa, serta pemengaruh dan kreator konten.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 12â16 Oktober 2026 tersebut, enam peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi, yakni Parapuar, Desa Wisata Wae Rebo, Desa Wisata Todo, Lingko Cara Cancar, De Lawa Coffee, Desa Wisata Wae Lolos, dan Desa Wisata Warloka Pesisir.
Menurut siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10), kegiatan itu juga bertujuan memperkenalkan rute perjalanan wisata darat Flores yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Selama perjalanan, peserta berinteraksi langsung dengan pengelola destinasi, pelaku usaha kecil, komunitas lokal, dan pelaku industri pariwisata untuk menggali potensi wisata daratan Flores.
Di Parapuar, peserta menikmati panorama alam sekaligus mengikuti aktivitas kebugaran dan yoga saat matahari terbenam.
Sementara itu, di Desa Wisata Wae Rebo, mereka mengenal rumah adat Mbaru Niang dan wastra Manggarai, merasakan pengalaman mendaki, melakukan pengamatan bintang, serta menyaksikan matahari terbit.
Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Todo untuk menelusuri sejarah Kerajaan Manggarai dan Lingko Cara Cancar untuk menikmati keunikan lanskap persawahan berbentuk jaring laba-laba. Peserta juga mempelajari perjalanan kopi Flores, mulai dari kebun hingga fasilitas pengolahan di De Lawa Coffee.
Kunjungan ke desa wisata lainnya, serta kegiatan ekowisata pesisir dan penanaman mangrove di Warloka Pesisir, turut melengkapi pengalaman peserta.
Kegiatan tersebut juga mencakup pertemuan bisnis dengan pelaku industri pariwisata lokal untuk menjajaki peluang kerja sama dan merancang paket perjalanan yang menggabungkan pengalaman wisata bahari dan daratan Flores.
Dari kegiatan itu, dihasilkan rekomendasi paket perjalanan alternatif ke berbagai destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Paket tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan belanja selama berkunjung ke Labuan Bajo.
Lebih Dekat
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan Labuan Bajo memiliki potensi wisata alam, bahari, budaya, sejarah, hingga kuliner khas Flores.
"Pengembangan wisata daratan membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Flores secara lebih dekat melalui tradisi, cita rasa lokal, dan kehidupan masyarakatnya," katanya.
Made mengatakan perjalanan wisata darat memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Labuan Bajo dan Flores secara lebih menyeluruh.
"Ketika pengalaman bahari dan daratan terhubung dalam satu perjalanan, wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih utuh dan bermakna, memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, serta terdorong untuk tinggal lebih lama," katanya.
"Pada akhirnya, pola perjalanan seperti ini dapat memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan wisata yang bertanggung jawab, termasuk mengajak wisatawan menjaga lingkungan dan menghormati adat istiadat masyarakat setempat.
Menurut dia, pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan usaha pariwisata di Flores.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hadapi Gempuran AI, IPI Tempa Pustakawan Jadi Dedikatif, Kreatif, Adaptif di Rakernas 2026
-
London Mendadak Gelap Gulita, Ribuan Kantor dan Rumah Lumpuh akibat Mati Lampu
-
Dive Master Hilang dalam Insiden KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, 29 Orang Selamat
-
Prabowo Puji Kinerja Pramono, Beda Partai Tetap Bisa Kerja Sama Bangun Jakarta
-
Banjir Ganggu Layanan di Bandara Bangkok, Bagasi Penumpang Menumpuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.