Kulon Progo Bidik Eksportir Baru, Produk Lokal Jangan Hanya Dijual Pihak Luar
Kamis, 22 Okt 2026, 14:00 WIBKULON PROGOâSebanyak 60 pelaku UMKM di Kulon Progo disiapkan untuk memperluas pasar hingga mampu melakukan ekspor secara mandiri. Penguatan kemampuan pemasaran digital hingga pemahaman teknis ekspor dinilai penting agar produk lokal tidak sekadar dipasarkan kembali atau bahkan dibawa ke pasar luar negeri oleh pihak lain.
Bupati Kulon Progo R. Agung Setiawan mengatakan daerahnya memiliki modal infrastruktur yang cukup kuat untuk mendukung perdagangan, mulai dari Yogyakarta International Airport (YIA), jaringan kereta api, hingga akses logistik darat. Infrastruktur tersebut dinilai perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam meningkatkan skala bisnis.
"Jangan sampai produk berkualitas asal Kulon Progo justru di _branding_ atau diekspor oleh pihak luar. Kita punya moda transportasi terlengkap, saatnya UMKM Kulon Progo bangkit, percaya diri, dan siap menjadi pemain utama di kancah internasional," tegas Bupati.
Untuk mendorong kesiapan tersebut, Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan menggelar Pelatihan Fundamental Digital Marketing dan Bisnis Online di Hotel Novotel Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Selasa (20/10).
Pelatihan selama 20â21 Oktober 2026 itu diikuti 60 pelaku UMKM. Peserta dibekali kemampuan mulai dari pembuatan konten, pemasaran digital, penentuan harga ekspor, fotografi produk, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Menurut Agung, kemampuan pemasaran saja belum cukup bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar ekspor. Pelaku usaha setidaknya harus mampu menjaga tiga aspek utama, yakni kualitas produk, kuantitas pasokan, serta kontinuitas ketersediaan barang.
Pelatihan tersebut akan dilanjutkan dengan Export Coaching Program (ECP). Melalui program itu, UMKM akan mendapat pendampingan intensif selama delapan bulan untuk mempersiapkan diri menjadi eksportir.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag Abu Amar mengatakan instruktur yang diterjunkan merupakan praktisi sekaligus eksportir aktif sehingga pembelajaran tidak hanya berisi teori.
"Kami menerjunkan langsung para instruktur yang merupakan praktisi dan eksportir aktif. Peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi digembleng mempraktikkan pemasaran digital hingga teknik ekspor agar gawai mereka menjadi sarana efektif menghasilkan devisa,"jelas Abu Amar.
Ketua Tim Pelatihan SDM Jasa Perdagangan R. Roni Tubiyanto menyebut pelatihan dibagi dalam dua kelas. Kelas pembuatan konten promosi digelar bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kulon Progo, sedangkan kelas digital marketing melibatkan Balai Pelatihan dan Pengembangan Komoditas Daerah (Bapokomda) DIY.
Sejumlah peserta berharap kemampuan digital tersebut dapat membantu memperluas pasar. Drajad, pengusaha tahu bakso asal Nanggulan dengan omzet sekitar Rp30 juta per bulan, melihat pemasaran digital sebagai salah satu modal untuk meningkatkan skala usaha hingga menjangkau konsumen di luar daerah dan pasar ekspor.
Peserta lainnya, Dandi, yang merintis usaha kafe kopi di Wates, memanfaatkan pelatihan untuk memperkuat pengelolaan bisnis kuliner agar dapat bersaing dengan merek berskala nasional. Sementara itu, pelaku UMKM bantal leher Heru Purnomo menilai pemahaman mengenai branding digital dan standar produk dibutuhkan untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.
Pemkab Kulon Progo dan Kemendag selanjutnya akan menggunakan pendampingan ekspor sebagai tahapan untuk mempersiapkan pelaku UMKM yang dinilai potensial masuk ke pasar internasional.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Barcelona Bakal Kerja Keras Tembus Pertahanan Getafe
-
Adopsi Model Kesiapsiagaan Bencana ala Jepang di Bali
-
ESDM Mulai Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan LPG 3 Kg, Ada Apa?
-
Diet Cuma Andalkan Makanan Rebus? Dokter Bongkar Kesalahan yang Sering Dilakukan
-
Kesempatan Warga Jakarta Timur untuk Memeriksakan Hewan Peliharaan. Simak Jadwal Mobil Layanan Kesehatan Hewan Keliling
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.