Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendekatan Orang Tua untuk Ajak Remaja Gunakan Medsos Seperlunya

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Pendekatan Orang Tua untuk Ajak Remaja Gunakan Medsos Seperlunya Doc: Antara foto/Pixabay
Ket. Ilustrasi - Dua anak yang sedang memainkan gawai.

JAKARTA - Psikolog anak dan keluarga Samanta Clara Elsener, S.Psi, M.Psi, Psikolog ⁠menyampaikan pendekatan persuasif yang bisa dilakukan orang tua dalam mengajak anak remaja untuk menggunakan media sosial (medsos) seperlunya dengan melakukan komunikasi dua arah.

Kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, Samanta mengatakan orang tua perlu membuka topik pembicaraan yang relate dengan remaja, seperti apa yang disukai atau yang sedang mereka cari tahu. Setelah itu, berikan informasi pendek sebagai pengingat baiknya jangan lama-lama menggunakan media sosial.

“Remaja tidak suka diberi nasehat panjang berulang kali karena mereka butuh merasa memiliki otoritas terhadap dirinya, sehingga sebagai orang tua perlu menggunakan cara-cara yang komunikasinya dua arah dibandingkan satu arah,” kata Psikolog yang tergabung sebagai pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu.

Samanta mengatakan anak sejak usia tujuh tahun sudah bisa diajak membuat kesepakatan mengenai penggunaan layar (screen time), termasuk terkait penggunaan media sosial.

Ia juga menilai ⁠⁠anak yang minim menggunakan media sosial tetap bisa terhubung dengan teman-temannya. Hal tersebut bergantung pada keterampilan sosial yang bisa dikembangkan melalui interaksi secara langsung.

“Kuncinya terletak pada keterampilan sosial yang dapat dilatih dengan sering berinteraksi sosial langsung, jadi anak tetap terpapar informasi relevan dalam pergaulannya dan didampingi untuk mengatasi isu-isu sosial oleh orangtua, gimana mengatasi konflik, gimana membangun percakapan,” ujar Samanta.

Menurut Samanta, menumbuhkan kesadaran anak tentang pembatasan media sosial perlu dilakukan orang tua melalui koneksi bukan hanya aturan melainkan pemahaman.

Ia menekankan bahwa orang tua perlu membangun koneksi dengan anak sekaligus memberikan penjelasan mengenai alasan pembatasan, potensi bahaya media sosial, dan pentingnya kemampuan mengendalikan diri.

“Kenapa menahan diri itu penting supaya tidak terpengaruh, memang bahayanya apa, tanpa koneksi yang hangat dengan orang tua, anak akan mampu curi-curi kesempatan diam-diam punya media sosial atau mengaksesnya dari gawai milik teman,” tutur dia.

Sebelumnya, kesehatan jiwa generasi muda yang semakin terancam terutama menghadapi ruang digital menjadi tantangan besar. Laporan APJII 2026 mencatat penetrasi internet telah mencapai lebih dari 80 persen populasi, dengan dominasi generasi muda.

Kementerian Kesehatan menyebutkan dari 71 juta penduduk diperiksa dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Oktober, gejala depresi dan kecemasan pada anak sekolah dan remaja tercatat lebih dari empat kali lipat dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Senin (19/10) mengatakan ada lebih dari 380 ribu anak dengan indikasi depresi dan hampir 380 ribu dengan indikasi kecemasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Cara Mengatasi Bentrok Hobi Orangtua dan Kepentingan Anak

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cara Mengatasi Bentrok Hobi...
Luar Negeri
Italia Kerahkan 500 Tentara...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.