Keterbatasan Hunian dan Lahan Dorong Warga Yogyakarta Ikut Transmigrasi
Rabu, 21 Okt 2026, 12:30 WIBYOGYAKARTAâKeterbatasan tempat tinggal dan kepemilikan lahan menjadi salah satu alasan warga Kota Yogyakarta memilih mengikuti program transmigrasi. Tahun ini, dua keluarga dengan total delapan jiwa bersiap meninggalkan Yogyakarta untuk membangun kehidupan baru di Poso, Sulawesi Tengah, dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta Erna Nur Setyaningsih mengatakan, persoalan tempat tinggal menjadi motivasi kuat bagi calon transmigran. Sebagian di antaranya selama ini harus berbagi rumah dengan beberapa keluarga.
âTernyata motivasi mereka (calon transmigran) ingin tempat tinggal karena di Yogya mereka itu dalam satu rumah bisa ditempati beberapa KK. Makanya mereka termotivasi kuat ikut transmigrasi. Semoga ini bisa membuat mereka betah menjalani transmigrasi,â ucapnya.
Salah seorang calon transmigran, Andri Surya Kusuma, juga melihat program tersebut sebagai kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Ia akan membawa istri dan ketiga anaknya untuk memulai kehidupan di daerah tujuan.
âSaya ingin mengubah nasib, ingin berjuang di tanah harapan di sana karena di sini saya nggak punya lahan. Selama ini saya kerja serabutan. Jadi kadang kalau pas ada kerja. Kalau misalnya pas lagi nggak ada, saya ngojek. Dengan pembinaan mental ini semakin mantab mengikuti transmigrasi. Ini ibaratnya sudah terakhir tinggal melangkah hari-hari menjalani transmigrasi,â pungkas Andri.
Sebelum diberangkatkan, para calon transmigran menjalani sejumlah pelatihan untuk mempersiapkan sumber penghidupan di daerah baru. Materi yang diberikan disesuaikan dengan potensi ekonomi wilayah penempatan.
âUntuk pelatihan pertanian disesuaikandengan potensi daerah asal. Misalnya kalau yang Poso ini banyak ke perkebunan, coklat, kopi sehingga pelatihan terkait perkebunan. Kuota transmigran dan lokasi transmigrasi ditentukan pemerintah pusat. Kita hanya di komunikasi informasi edukasi, sosialisasi, rekrutmen dan penyiapan pelatihan-pelatihannya serta dukungan uang saku. Targetnya November sudah bisa diberangkatkan ke lokasi transmigrasi,â terang Erna.
Selain keterampilan, kesiapan mental seluruh anggota keluarga turut menjadi perhatian sebelum keberangkatan. Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta memberikan pembinaan untuk memperkuat motivasi, keyakinan, hingga kesiapan spiritual calon transmigran.
Penggerak Swadaya Masyarakat Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Dwi Hartanti mengatakan kesiapan tersebut diperlukan karena keluarga transmigran nantinya harus beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat baru, termasuk transmigran dari daerah lain.
âJadi kita menguatkan mental agar siap di lokasi. Kalau sudah niat dan termotivasi, di sana (lokasi transmigrasi) akan lebih kuat mengatasi permasalahan yang mungkin dihadapi, sudah siap mental dan lebih tangguh. Kegiatan ini diikuti seluruh keluarga calon transmigran orang tua dan anak-anak agar bisa kompak, mempunyai satu tujuan yang sama dan harus saling mendukung,â kata Dwi di sela bimbingan mental calon transmigran tahun 2026 dari Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).
Pada program transmigrasi 2026, satu keluarga asal Kota Yogyakarta akan ditempatkan di Poso dan satu keluarga lainnya di Konawe Utara. Keduanya ditargetkan berangkat pada November.
Setiap keluarga akan memperoleh lahan sekitar dua hektare untuk pekarangan dan kegiatan usaha serta rumah di lokasi penempatan. Fasilitas jatah hidup berupa beras selama satu tahun juga disediakan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah tujuan transmigrasi.
Pemkot Yogyakarta menyiapkan uang saku sekitar Rp13 juta per keluarga. Adapun akomodasi berupa tiket pesawat untuk keberangkatan ditanggung Pemda DIY karena peserta dari Kota Yogyakarta akan diberangkatkan bersama calon transmigran dari wilayah lain di DIY.
- Transmigran
- keluarga
- Kota Yogyakarta
- transmigrasi
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta
-
25.000 Mahasiswa Dilibatkan Pemprov Jabar untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya.
-
Tiga Wamenkeu Belum Berbagi Tugas, Kemenkeu Masih Merumuskan
-
Cari Samsat Keliling Terdekat? Ini 14 Lokasi Jadetabek yang Buka Selasa
-
Tekan Harga Cabai Merah, Pemprov Sumatera Utara Intervensi Pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.