Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Insentif DNDF Naik Lagi, BI Dorong Pelaku Pasar Lebih Berani Lindung Nilai

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Insentif DNDF Naik Lagi, BI Dorong Pelaku Pasar Lebih Berani Lindung Nilai Doc: ANTARA/ REUTERS/ Ajeng Dinar Ulfiana
Ket. Ilustrasi - Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan insentif biaya lindung nilai (hedging) melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menarik aliran masuk modal asing serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Lebih rinci, insentif untuk DNDF lindung nilai kepada BI diberikan dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment (FDI) melalui pengurangan premi yang kini ditetapkan menjadi 40 persen untuk tenor 6 bulan dari semula 25 persen serta menjadi 45 persen untuk tenor 12 bulan dari semula 30 persen.

“Yang menjadi fokus kami adalah bagaimana kita bisa mendatangkan inflow itu kembali. Jadi (kebijakan) lebih targeted,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10).

Di sisi lain, BI tetap melanjutkan insentif untuk instrumen swap beli lindung nilai konvensional kepada BI dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment melalui pengurangan premi sebesar 15 persen untuk tenor 3 bulan, 20 persen untuk tenor 6 bulan, dan 25 persen untuk tenor 12 bulan.

Selain itu, insentif bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra juga dilanjutkan.

Insentif LCT diberikan untuk diversifikasi transaksi valas berupa penambahan premi swap jual lindung nilai konvensional kepada BI dalam rangka perdagangan dan investasi internasional sebesar 10 persen, serta pengurangan premi DNDF lindung nilai kepada BI dalam rangka perdagangan dan investasi internasional sebesar 10 persen.

Sebagai catatan, BI telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yakni Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, Tiongkok dan Uni Emirat Arab.

Destry menjelaskan kebijakan yang ditetapkan bank sentral saat ini lebih targeted untuk menarik aliran masuk modal asing sehingga BI terus mengoptimalkan pemberian insentif tersebut bagi investor.

Kebijakan insentif lindung nilai yang dimulai sejak Juni 2026 dan telah beberapa kali disempurnakan tersebut, menurutnya, kini membuahkan hasil dengan aliran masuk (inflow) modal asing tercatat sebesar 9,9 miliar dolar AS per 20 Oktober 2026.

“Yang kami lakukan adalah bagaimana kami mengoptimalkan insentif yang kami berikan kepada para investor yang masuk, mendatangkan inflow atau memasukkan dananya untuk membeli portofolio Indonesia, yaitu baik itu SBN, SRBI, termasuk juga pinjaman dan sebagainya,” kata dia.

Dengan insentif yang semakin diperbesar, ia berharap terjadi repricing pada aset domestik sehingga membuat selisih (spread) dengan aset luar negeri seperti US Treasury juga menjadi lebih menarik.

“Jadi ini yang kami lakukan. Untuk saat ini kami fokus dan targeted bagaimana kita mendatangkan inflow tersebut,” kata Destry.

Adapun Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Oktober 2026 telah memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 6,50 persen. Di sisi lain, BI menaikkan suku bunga deposit facility menjadi sebesar 5,00 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.