Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ebola Menyebar di Kenya, Catat Sembilan Kasus Positif

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:07 WIB | Oleh:
Ebola Menyebar di Kenya, Catat Sembilan Kasus Positif Doc: AFP/Luis TATO

NAIROBI - Kenya mengonfirmasi lagi satu kasus infeksi Ebola, Selasa (20/10), sehingga jumlah kasus di negara itu menjadi sembilan, termasuk satu kasus kematian.

Otoritas kesehatan Kenya menyatakan semua infeksi masih terbatas pada satu klaster saja, tanpa adanya bukti penularan di luar klaster tersebut.

"Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus baru, sehingga totalnya menjadi sembilan kasus yang terkonfirmasi, termasuk kasus pertama yang telah meninggal dunia," kata Direktur Jenderal Kesehatan Patrick Amoth dalam sebuah pernyataan.

Pasien terbaru yang merupakan seorang pria berusia 24 tahun itu merupakan kerabat dekat dari pasien kasus pertama yang terkonfirmasi. Pria tersebut dinyatakan positif Ebola pada Senin (19/10) setelah mengalami gejala selama menjalani karantina.

Kementerian Kesehatan Kenya menyatakan pasien itu segera diisolasi dan menjalani perawatan medis.

Amoth menyebutkan delapan pasien Ebola yang selamat menunjukkan respons positif atas pengobatan yang dijalaninya. Kondisi mereka membaik di bawah pengawasan medis yang ketat.

"Kesembilan kasus tersebut termasuk dalam satu klaster; dan hingga hari ini, tidak ada bukti penularan di luar kelompok ini," kata Amoth.

Kementerian tersebut telah melakukan pelacakan dan karantina terhadap 134 dari 135 orang yang teridentifikasi sebagai kontak. Angka itu mencakup 99,3 persen, yang melampaui tolok ukur internasional untuk pelacakan kontak sebesar 85 persen.

Pejabat Kementerian Kesehatan Kenya menyatakan jumlah orang yang masuk dalam daftar kontak terus bertambah seiring dengan ditemukannya individu lain yang mungkin terpapar oleh pasien yang baru terkontaminasi.

Kenya juga telah menerima 500 dosis obat untuk mendukung proses pengobatan, serta mendistribusikan alat pelindung diri, perlengkapan diagnostik, dan kebutuhan medis lainnya ke 28 wilayah yang dikategorikan sebagai wilayah berisiko tinggi atau sangat tinggi.

Sebuah laboratorium khusus telah didirikan di Unit Penyakit Menular Rumah Sakit Nasional Kenyatta di Nairobi untuk melakukan pengujian terhadap pasien Ebola, tanpa mengganggu layanan laboratorium rumah sakit secara umum.

Kementerian itu juga menegaskan tidak ada penularan yang terjadi di dalam fasilitas karantina dan pihaknya terus memantau penerapan langkah-langkah pencegahan infeksi demi melindungi para tenaga kesehatan.

Otoritas juga mengumumkan orang-orang yang mulai menjalani karantina sejak 6 Oktober dan tetap tidak menunjukkan gejala akan diperbolehkan pulang pada 25 Oktober, setelah menyelesaikan masa pemantauan wajib selama 21 hari.

Meskipun terdapat penambahan kasus, Kenya belum menerapkan pembatasan apa pun terkait perjalanan, perdagangan, maupun kegiatan publik. Pihak berwenang menyatakan negara tersebut tetap terbuka untuk berbagai aktivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.