112 Sekolah dan 10 Kantor di Jaksel Gelar Simulasi Gempa secara Serentak

Rabu, 21 Okt 2026, 16:17 WIB

Jakarta, 21/10 (ANTARA) - Sebanyak di 112 sekolah dan 10 kantor pemerintah di Jakarta Selatan melaksanakan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi secara serentak.

"Jalannya simulasi berlangsung tertib dan sesuai prosedur penanganan darurat. Begitu sirene pertama berbunyi, para pegawai langsung melakukan perlindungan mandiri dengan berlindung di bawah meja atau merapat ke tembok yang kokoh," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang dilaksanakan secara serentak, Jakarta, Rabu (21/10). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu lokasi simulasi tersebut di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat bencana.

Syafrin mengatakan kegiatan itu menjadi sarana pelatihan bagi pegawai dan staf instansi pemerintah serta komunitas sekolah agar memahami prosedur keselamatan ketika terjadi gempa bumi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ketika sirene kedua berbunyi, para pegawai segera melakukan evakuasi keluar gedung menuju titik kumpul yang telah ditetapkan.

"Selama proses berlangsung, peserta tetap menerapkan prosedur perlindungan kepala dan tengkuk untuk mengurangi risiko cedera," ucapnya.

Menurutnya, selain latihan evakuasi mandiri, kegiatan ini juga memperagakan penanganan dan penyelamatan korban luka oleh tim tanggap darurat.

"Secara keseluruhan, pelaksanaan simulasi sudah berjalan dengan baik. Para pegawai dinilai sudah memahami jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman di lingkungan gedung," kata dia.

Syafrin menegaskan simulasi perlu dilaksanakan secara rutin untuk membangun budaya siaga bencana, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan.

Melalui latihan berkelanjutan, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu bertindak tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

"Seluruhnya kami imbau untuk selalu waspada dan mawas diri, mengingat bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diprediksi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta Iwan Alex memaparkan kegiatan ini juga bertujuan menguji kesiapsiagaan penghuni dan pengelola gedung sekaligus mengevaluasi penerapan mitigasi bencana.

"Pelaksanaan simulasi ini sekaligus sebagai uji terhadap gedung-gedung yang fasilitasnya juga sudah memadai dalam menghadapi gempa bumi," kata Iwan.

Iwan menyampaikan untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas telah membentuk struktur pengelola gedung tanggap bencana di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

"Setiap lantai memiliki penanggung jawab yang bertugas mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib dan aman," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Iwan, sekitar 50 personel BPBD dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan simulasi. Peserta lainnya terdiri atas pengelola, penghuni, hingga pengunjung gedung.

Berdasarkan hasil evaluasi, simulasi dinilai berjalan sangat baik dengan partisipasi aktif dari para penghuni gedung.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat respons cepat dan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa bumi sesungguhnya, sehingga risiko bencana dan potensi jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisasi," ucapnya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.