Pemerintah Masifkan Penanganan Karhutla
Selasa, 20 Okt 2026, 03:08 WIBJAKARTA - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan pesawat Hercules untuk mendukung operasi udara serta penambahan personel di lapangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo memerintahkan agar penanganan karhutla dilakukan secara masif, terukur, dan segera.
âBapak Presiden menyampaikan bahwa untuk penanganan karhutla ini harus betul-betul masif ya penanganannya, sehingga tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat Cassa, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules,â kata Dudung dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).
Dia menjelaskan penguatan operasi udara tersebut merupakan salah satu langkah untuk menangani karhutla yang masih menjadi persoalan, terutama di kawasan lahan gambut.
Selain operasi udara, kata dia, Presiden Prabowo juga memerintahkan penguatan pengerahan personel TNI, Polri, petugas Dinas Kehutanan, serta pelibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran.
Menurut Dudung, pengerahan seluruh unsur tersebut perlu dilakukan secara masif dan terukur karena karhutla telah menimbulkan gangguan. âIni betul-betul harus secara masif terukur dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat mengganggu,â ujarnya.
Dudung mengakui penanganan karhutla bukan perkara mudah, terutama di lahan gambut yang membutuhkan upaya khusus.
Dia menegaskan Presiden Prabowo meminta jajarannya segera melakukan penanganan tanpa bergantung pada turunnya hujan.âBapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat,â kata Dudung.
Dia menambahkan pemerintah terus mengerahkan upaya untuk menangani karhutla dan meminta dukungan masyarakat agar penanganan kebakaran dapat segera dituntaskan. âJangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat. Kami sudah semaksimal mungkin, prajurit-prajurit TNI, Polri dan sebagainya yang terlibat, ini secara masif, dan mohon doanya semoga ini tuntas,â pungkas Dudung.
Inovasi âIcebergâ
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tengah menyiapkan inovasi teknologi iceberg berupa upaya membuka kondisi atmosfer yang tertutup asap sebelum pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan.
âTeknologi iceberg diarahkan untuk membantu membuka kondisi atmosfer yang tertutup asap sehingga diharapkan dapat mendukung proses pembentukan awan hujan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla,â kata Kepala BNPB Kristomei Sianturi saat meninjau penanganan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Setelah tahapan tersebut, kata dia, operasi modifikasi cuaca direncanakan menggunakan bahan natrium klorida (NaCl) untuk membantu proses turunnya hujan yang diharapkan dapat mengurangi kondisi kering dan mendukung pemadaman kebakaran di wilayah terdampak. âPendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan di Sulawesi Selatan, kami akan mencoba kembali upaya tersebut di wilayah Kalimantan,â ujarnya.
Ia menegaskan upaya tersebut sebagai bagian dari penanganan karhutla dengan harapan hujan dapat segera turun untuk membantu mengatasi kondisi kering serta mendukung pemadaman api.
Terkait kemungkinan keterlibatan pihak asing, Kristomei menyebutkan tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga telah ada, tetapi ia belum merinci bentuk bantuan, negara yang menawarkan, maupun keputusan mengenai pelibatan pihak asing dalam penanganan karhutla, termasuk di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih berlangsung guna mengurangi paparan yang dapat mengganggu kesehatan.
Menkes mengatakan pihaknya terus berupaya melindungi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak kabut asap. Meski tidak dapat menghentikan sumber asap, Kemenkes memastikan upaya pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan akibat paparan asap dilakukan, termasuk melalui penyediaan obat-obatan di puskesmas wilayah terdampak.
Menkes Budi menjelaskan paparan asap perlu dicegah, karena dapat berdampak pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Menkes mengatakan pihaknya mengirimkan 500 ribu masker tambahan untuk tiap provinsi terdampak kathutla, disertai Oxygen Concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah, serta memperluas layanan rumah Âoksigen. Ant/S-2
- penanganan karhutla
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.