Formula 1: George Russell Bangkit, Kini Yakin Mampu Bersaing untuk Menang di Setiap Balapan

Senin, 28 Sep 2026, 00:20 WIB

BAKU – George Russell kembali menemukan performa terbaiknya. Pembalap Mercedes itu percaya diri mampu bersaing memperebutkan kemenangan secara konsisten setelah tampil dominan dan menjuarai Grand Prix Azerbaijan, Minggu (27/9) dini hari WIB.

Russell menyebut akhir pekannya di Baku sebagai yang paling dominan sepanjang karier. Ia meraih apa yang dikenal sebagai grand slam, yakni start dari pole position, memimpin seluruh lap, mencatatkan fastest lap, sekaligus mengakhiri balapan sebagai pemenang.

Ket. Foto: George Russel. — Sumber: Formula 1

“Saya rasa saya tidak pernah kehilangan keyakinan terhadap diri sendiri,” ujar Russell, yang mampu menahan tekanan Max Verstappen pada sebagian besar fase akhir balapan.

Penampilan impresif Russell di Baku menjadi kontras dengan performanya pada periode awal musim. Sirkuit yang menuntut kepercayaan diri tinggi, tetapi juga kerap menghukum kesalahan kecil, justru menjadi panggung kebangkitan pembalap Inggris tersebut.

Sebelumnya, Russell sempat berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya yang baru berusia 20 tahun, Kimi Antonelli. Pembalap Italia itu telah mengoleksi delapan kemenangan, sementara Russell baru meraih tiga kemenangan.

Namun, Russell menilai perubahan pendekatan dalam mengemudi menjadi faktor penting di balik kebangkitannya. Ia memanfaatkan jeda musim panas untuk menyesuaikan gaya balap dengan karakter mobil Formula 1 2026.

“Bahkan ketika melewati masa-masa sulit, saya tahu ada alasan mengapa saya tertinggal dalam hal kecepatan,” katanya.

“Sudah empat balapan sejak jeda. Saya start dari baris terdepan dalam tiga di antaranya dan meraih tiga podium dari empat balapan. Sekarang saya merasa bisa bersaing untuk kemenangan di setiap balapan.”

Di sisi lain, Antonelli menjalani akhir pekan yang ingin segera dilupakan. Ia mengakui penampilannya di Azerbaijan merupakan akhir pekan terburuknya musim ini.

Antonelli harus memulai balapan dari posisi ke-16 setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi. Dalam balapan, ia mampu memperbaiki posisinya dan finis kelima.

Hasil tersebut membantu Russell memangkas jarak dengan Antonelli di puncak klasemen pembalap. Selisih keduanya kini berkurang dari 81 menjadi 66 poin.

Meski demikian, Russell tidak ingin terlalu memikirkan perburuan gelar juara dunia. Fokusnya sederhana: memenangi sebanyak mungkin balapan yang tersisa.

“Saya hanya ingin memenangi setiap balapan. Saya tidak memikirkan gelar juara,” kata Russell.

“Jika musim ini baru dimulai hari ini, atau sejak jeda musim panas, saya merasa akan sangat mampu bersaing.”

“Sekarang saya memiliki defisit yang besar. Jadi, saya tidak mengejar itu. Saya mengejar kemenangan di setiap balapan, dan apa pun yang terjadi, biarlah terjadi.”

Kemenangan di Baku menjadi sinyal kuat kebangkitan Russell setelah periode sulit. Dengan performa yang mulai stabil sejak jeda musim panas, pembalap Mercedes itu kini memasuki fase akhir musim dengan keyakinan baru bahwa dirinya mampu kembali menjadi penantang kemenangan secara rutin.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.