Jepang Berhasil Meluncurkan Pesawat Antariksa dalam Misi Bersejarah ke Bulan Planet Mars

Selasa, 20 Okt 2026, 08:50 WIB

TOKYO - Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) pada hari Selasa (20/10) mengatakan telah berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa dalam misi pertama di dunia untuk mengumpulkan sampel, termasuk batuan dan pasir, dari salah satu bulan Planet Mars.

Wahana antariksa tersebut, yang dibawa oleh roket H3 nomor 10 untuk misi Eksplorasi Bulan Mars, atau MMX, berhasil terpisah dari roket dan ditempatkan ke orbit yang direncanakan, kata JAXA, yang disiarkan Kyodo.

Ket. Foto: Roket H3 nomor 10 lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima pada 20 Oktober 2026. — Sumber: Kyodo

Roket tersebut lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima di Tanegashima, sebuah pulau kecil di barat daya Jepang, pada pukul 4:41 pagi.

Pesawat ruang angkasa tersebut akan menuju Phobos, bulan terbesar dari dua bulan Mars, yang mengorbit sekitar 6.000 kilometer dari permukaan planet dan memiliki diameter sekitar 20 hingga 30 km. Wahana tersebut dijadwalkan kembali ke Bumi dengan membawa sampel pada Juli 2031.

Peluncuran awalnya dijadwalkan pada tahun 2024, tetapi ditunda setelah penerbangan perdana roket H3 gagal pada tahun sebelumnya.

MMX adalah misi internasional gabungan untuk menyelidiki asal-usul bulan-bulan Planet Mars dan mengembangkan teknologi untuk eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

Pesawat ruang angkasa seberat 4.480 kilogram ini terdiri dari tiga modul untuk perjalanan ke Planet Mars, eksplorasi Phobos, dan perjalanan kembali. Pesawat ini memiliki empat kaki pendaratan dan tingginya sekitar 5,3 meter, dengan lebar sekitar 9 meter saat panel suryanya terbentang.

Roket H3 nomor 10 yang membawa wahana antariksa menggunakan konfigurasi dua mesin dan empat pendorong, versi roket paling kuat dengan kemampuan propulsi terbesar.

Berdasarkan rencana tersebut, wahana antariksa akan memasuki orbit mengelilingi Mars pada Agustus 2027. Sebuah rover yang dikembangkan bersama oleh tim Prancis dan Jerman kemudian akan mendarat di Phobos, setelah itu wahana antariksa akan mencoba dua kali pendaratan sendiri.

Pesawat ruang angkasa tersebut kemudian akan mengamati Deimos, bulan Mars lainnya, sebelum meninggalkan orbit planet tersebut pada November 2030. Saat kembali ke Bumi, pesawat akan melepaskan kapsul yang berisi sampel yang telah dikumpulkan untuk diambil kembali.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.