Dokter dari Berbagai Negara Ikuti Pelatihan Estetika Medis CGBIO di Bali
Selasa, 20 Okt 2026, 11:45 WIBJAKARTA â CGBIO, perusahaan global di bidang kedokteran regeneratif, menggelar pelatihan estetika medis melalui program Live Training di Nulook Clinic, Bali, pada 16 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti dokter dari berbagai negara untuk mempelajari pendekatan kombinasi perawatan wajah berdasarkan kondisi kulit, struktur wajah, dan kebutuhan pasien.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Meet the Masters in Bali 2026. Program ini tidak hanya membahas teknik tindakan estetika, tetapi juga proses pengambilan keputusan klinis, mulai dari evaluasi pasien, penyusunan rencana perawatan, hingga demonstrasi tindakan secara langsung.
Nulook Clinic merupakan klinik estetika medis yang didirikan oleh anak perusahaan CGBIO di Indonesia pada 2023. Selain memberikan layanan kepada pasien, klinik ini juga menjadi tempat edukasi bagi tenaga medis untuk mempelajari perkembangan pendekatan perawatan estetika dan bertukar pengalaman klinis dengan dokter dari berbagai negara.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari penggunaan tiga modalitas perawatan, yakni calcium hydroxyapatite (CaHA), hyaluronic acid (HA), dan thread lifting. Ketiganya dibahas sebagai bagian dari pendekatan kombinasi yang disesuaikan dengan karakteristik pasien dan tujuan perawatan.
Sebelum demonstrasi tindakan dimulai, peserta mengikuti tur klinik dan mempelajari profil pasien yang akan menjalani perawatan. Para pembicara kemudian menjelaskan proses evaluasi kondisi pasien, penentuan area wajah yang menjadi fokus tindakan, serta pertimbangan klinis dalam menyusun rencana perawatan.
Pada sesi pagi, dr. Jisoo Kook, Director of Itâs Me Clinic di Ansan, Korea Selatan, memperagakan pendekatan perawatan wajah dengan mengombinasikan CaHA dan HA. Ia menjelaskan pertimbangan dalam menentukan penggunaan masing-masing bahan berdasarkan kondisi pasien dan tujuan yang ingin dicapai.
Integrasikan Tiga Modalitas Perawatan
Sesi sore dilanjutkan oleh dr. Gi Woong Hong, President of SAMSKIN Plastic Surgery Clinic, Korea Selatan. Ia memaparkan pendekatan yang mengintegrasikan CaHA, HA, dan thread lifting dalam satu rencana perawatan. Demonstrasi tersebut menunjukkan bagaimana evaluasi struktur wajah dan kebutuhan pasien menjadi dasar untuk menentukan fungsi serta area penerapan setiap tindakan.
âDalam kombinasi perawatan, penting untuk terlebih dahulu memahami kondisi kulit, struktur wajah, dan tujuan yang ingin dicapai pasien, kemudian menentukan peran masing-masing tindakan,â ujar dr. Gi Woong Hong.
Ia mengatakan pelatihan tersebut juga bertujuan memperlihatkan penerapan rencana perawatan yang mempertimbangkan kualitas kulit, efek pengencangan (lifting), dan kontur wajah. Melalui demonstrasi langsung, dokter peserta dapat mempelajari dasar pertimbangan klinis yang digunakan dalam menyusun strategi perawatan.
Dalam demonstrasi tersebut, para dokter juga menggunakan produk berbasis CaHA dari CGBIO. Produk dengan formulasi tersebut telah memperoleh izin edar di Indonesia dengan merek DCLASSY, sedangkan produk yang digunakan dalam sesi live treatment memakai merek ekspor CGBIO Korea Selatan, FACETEM. Perusahaan menyatakan kedua merek tersebut menggunakan formulasi yang sama.
Produk itu memiliki karakteristik partikel dengan bentuk dan ukuran yang seragam serta struktur yang dibentuk melalui teknologi Lattice Pore Formation (LPF). Teknologi tersebut menjadi salah satu aspek formulasi yang diperkenalkan kepada peserta selama pelatihan.
Hubungkan Praktik Perawatan dan Edukasi Medis
Head of Aesthetic Department Nulook Clinic dr. Hadrian Deka mengatakan, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada dokter Indonesia untuk melihat secara langsung bagaimana hasil evaluasi pasien diterjemahkan menjadi strategi kombinasi perawatan.
âDalam live training ini, kami berbagi pendekatan untuk peningkatan kualitas kulit wajah melalui CaHA dan HA, serta strategi lifting dan perbaikan kontur dengan mengintegrasikan thread lifting dalam perawatan pasien secara langsung,â ujar Hadrian.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menghubungkan praktik perawatan pasien dengan edukasi tenaga medis. Nulook ingin menyediakan ruang bagi dokter Indonesia dan para ahli dari negara lain untuk berbagi pengalaman, sekaligus mendiskusikan pertimbangan klinis yang digunakan dalam menangani pasien dengan karakteristik berbeda.
Setelah demonstrasi, pelatihan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta membahas pertimbangan penerapan tindakan serta penyesuaian strategi perawatan dengan kondisi pasien dan praktik klinis di masing-masing negara.
CGBIO berencana melanjutkan pengembangan program edukasi bersama Nulook sebagai pusat kegiatan. Program berikutnya akan mengintegrasikan evaluasi pasien, penyusunan rencana perawatan, dan praktik klinis secara langsung, sekaligus memperluas kesempatan pertukaran pengalaman antara tenaga medis Indonesia dan dokter dari berbagai negara.
- perawatan wajah
- Hyaluronic Acid
- Nulook Clinic
- CGBIO
- estetika medis
- pelatihan dokter
- Calcium Hydroxyapatite
- Kecantikan
- Thread Lifting
- Teknologi Estetika
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Estetika Regeneratif dan Skin Longevity Jadi Fokus Bmderma
-
Gelar Juara di Tangan, Justin Hubner Tak Sanggup Gambarkan Kebahagiaannya
-
Pertamina Patra Niaga Papua Terus Pastikan Ketersediaan Biosolar di SPBU
-
Perkembangan Pencarian Hari Keenam Tim SAR Gabungan di Selat Sunda
-
Menguraikan Penyebab Tingginya Muka Air di Saluran Kapuk Raya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.