TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia Lewat 3 Pilar Strategis

Senin, 19 Okt 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company di TelkomGroup memperkuat pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung agenda prioritas pemerintah dan meningkatkan kedaulatan digital Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui perluasan konektivitas, pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta penguatan keamanan dan ketahanan ekosistem digital nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dalam agenda Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026). Sebagai founding partner, TelkomGroup mendukung penyelenggaraan BTW 2026, sebuah pekan teknologi yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dari Indonesia maupun berbagai negara.

Ket. Foto: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company di TelkomGroup memperkuat pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung agenda prioritas pemerintah dan meningkatkan kedaulatan digital Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui perluasan konektivitas, pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta penguatan keamanan dan ketahanan ekosistem digital nasional. — Sumber: Telkom

Mengusung tema "Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further", forum tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk menghubungkan inovasi dengan investasi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya solusi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Dalam paparannya bertajuk "Indonesia's Next Network: Connecting Indonesia and Global, Building the Indo-Pacific Hub", Nanang menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari luasnya infrastruktur atau kecanggihan teknologi. Menurutnya, pengembangan teknologi harus mampu meningkatkan daya saing industri, membuka peluang ekonomi baru, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

"Bagi TelkomGroup, pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital Indonesia. Karena itu, kami terus menyinergikan kapabilitas konektivitas, pengembangan teknologi, serta keamanan digital untuk mendukung agenda Pemerintah dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global," ujar Nanang.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, TelkomGroup mengembangkan tiga pilar utama, yakni Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience. Ketiganya menjadi landasan perusahaan dalam memperluas konektivitas, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta menjaga keamanan dan ketahanan ekosistem digital nasional.

1. Sovereign Digital Infrastructure: Perluas Konektivitas Nasional

Pilar pertama berfokus pada penguatan infrastruktur digital untuk memperluas jangkauan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangannya mencakup jaringan serat optik, satelit, pusat data, interkoneksi antarpusat data, menara telekomunikasi, jaringan base transceiver station (BTS), serta internet gateway.

TelkomGroup juga mengoptimalkan program Universal Service Obligation (USO) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini bertujuan mengurangi kesenjangan digital sekaligus memperluas akses konektivitas yang inklusif dari Sabang hingga Merauke.

Dalam mendukung upaya tersebut, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, dua community gateway di kawasan Indonesia Timur, serta 30 pusat data dengan lebih dari 500 kilometer interkoneksi antarfasilitas. Infrastruktur tersebut diperkuat lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS.

Ke depan, TelkomGroup merencanakan pembangunan dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya untuk melengkapi fasilitas yang telah tersedia di Batam dan Manado. Penambahan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas konektivitas nasional sekaligus mendukung pertukaran data yang lebih andal.

2. Sovereign Intelligence & Impact: Kembangkan Ekosistem AI

Pilar kedua diarahkan pada pengembangan ekosistem AI secara menyeluruh dan mandiri. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, mempercepat inovasi lokal, serta memperluas manfaat ekonomi digital, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan tersebut juga mencakup layanan digital bernilai tambah dan komputasi berperforma tinggi untuk memperkuat kapabilitas AI nasional. Dengan pendekatan ini, TelkomGroup berupaya membuka peluang bisnis baru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor industri.

Dalam Bali Tech Week 2026, Telkomsel turut menampilkan sembilan solusi berbasis AI yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dua di antaranya adalah Adelia, mesin pencari sekaligus asisten digital, dan AUREL, yang membantu pengguna mengakses informasi serta ringkasan bisnis melalui interaksi percakapan.

Selain itu, Telkomsel menghadirkan solusi AI untuk keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis. Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

3. Sovereign Trust & Resilience: Perkuat Keamanan Digital

Pilar ketiga berfokus pada penguatan keamanan, pelindungan data, dan ketahanan siber. TelkomGroup mengembangkan kapabilitas untuk mendukung kebutuhan sektor korporasi dan pemerintahan melalui layanan digital yang aman dan andal.

Sejumlah solusi yang dikembangkan meliputi Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN), Secure Access Service Edge (SASE), Post-Quantum Cryptography, serta Security Operations Center (SOC) as a Service. Pengembangan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan sistem dan menjaga keandalan layanan digital di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan prinsip transformasi digital Komdigi, yaitu T3: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Prinsip ini mencakup perluasan konektivitas inklusif, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi, serta penguatan keamanan digital.

Strategi TelkomGroup juga mendukung agenda pemerintah melalui pendekatan 6C, yakni Connectivity, Competence, Capital, Catalysis/Collaboration, Commerce, dan Compliance. Keselarasan tersebut tercermin dalam transformasi TLKM 30 melalui inisiatif Operational & Service Excellence, Unlock Value, dan Modus-Operandi Shift.

Implementasi transformasi itu mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan efektivitas operasional, optimalisasi nilai aset, serta pengembangan platform digital terintegrasi. TelkomGroup juga memperkuat kapabilitas talenta, inovasi, kemitraan strategis, dan tata kelola untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Selain memperkuat infrastruktur domestik, TelkomGroup mengembangkan konektivitas internasional untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem digital global. Melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan memperluas jaringan yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia sekaligus melakukan diversifikasi rute konektivitas.

Diversifikasi tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan pada jalur tertentu dan meningkatkan ketahanan jaringan. Dengan konektivitas internasional yang lebih beragam, Indonesia berpeluang memperkuat perannya dalam menghubungkan arus data antara Asia dan berbagai kawasan dunia.

Nanang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital bukan hanya bertujuan menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga memperkuat kemampuan bangsa dalam menentukan arah perkembangan digitalnya sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pelaku industri menjadi bagian penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.

"Pembangunan infrastruktur dan kapabilitas digital bukan hanya tentang menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga memperkuat kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri. Melalui konektivitas global yang lebih beragam dan tangguh, serta kolaborasi dengan Pemerintah dan seluruh ekosistem industri, TelkomGroup ingin berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan menempatkan Indonesia sebagai Indo-Pacific Digital Hub," tutup Nanang.

  • Telkomsel
  • Komdigi
  • Keamanan Siber
  • Kedaulatan Digital
  • TelkomGroup
  • Telkom Indonesia
  • Bali Tech Week 2026

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.