Ribuan Warga Pacitan Menggelar Shalat Istisqa

Senin, 19 Okt 2026, 23:47 WIB

Pacitan - Ribuan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menggelar shalat istisqa di Lapangan PETA Kodim 0801 Pacitan, Senin, untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang menyebabkan warga di sejumlah kecamatan mengalami kesulitan air bersih.

Salat Istisqa diikuti Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Ket. Foto: Ribuan warga mengikuti salat istisqa di Lapangan PETA Kodim 0801 Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (19/10/2026). — Sumber: Antara

Bupati Indrata Nur Bayuaji mengatakan, pelaksanaan salat Istisqa merupakan hasil kesepakatan pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk menyikapi kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Namun, kondisi tahun ini dirasakan lebih berat karena durasi kemarau yang berkepanjangan akibat pengaruh cuaca. Dampaknya, sejumlah masyarakat membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menyalurkan bantuan air bersih dengan melibatkan komunitas dan perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.

“Kami dari pemerintah daerah, dibantu komunitas dan perusahaan, memberikan bantuan berupa pengiriman air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, dampak kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Sudimoro mencatat 14 desa terdampak, Kebonagung 13 desa, Punung delapan desa, Tulakan delapan desa, serta Donorojo tujuh desa.

Selanjutnya, kekeringan berdampak pada enam desa di Kecamatan Ngadirojo, lima desa di Tegalombo, masing-masing tiga desa di Pringkuku dan Bandar, serta masing-masing satu desa di Arjosari dan Nawangan.

Di Kecamatan Pacitan, Desa Ponggok dan Tambakrejo juga masuk dalam daftar antrean distribusi air bersih.

Indrata mengatakan penanganan kekeringan masih menghadapi tantangan karena bantuan yang disalurkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat terdampak.

Ia pun mengajak masyarakat di berbagai wilayah untuk menggelar shalat Istisqa dan memperbanyak doa agar hujan segera turun.

Menurut dia, kemarau panjang juga dirasakan sejumlah daerah lain yang terdampak fenomena El Niño.

“Saya berharap seluruh masyarakat juga bisa menyelenggarakan kegiatan serupa. Kalau kita berdoa bersama-sama, insyaallah doa kita bisa dikabulkan,” katanya.

  • shalat istisqa

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.