• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rahasia Tetap Bugar di Usi...

Rahasia Tetap Bugar di Usia Paruh Baya, Kebiasaan Sederhana Ini Jangan Diabaikan

Senin, 19 Okt 2026, 05:39 WIB

JAKARTA - Perubahan seperti penurunan laju metabolisme, penyusutan massa tulang dan otot, serta menopause bisa menimbulkan kekhawatiran pada usia paruh baya.

Ahli kesehatan menyampaikan perlunya membangun kebiasaan hidup sehat pada usia paruh baya agar bisa menjalani hidup secara prima dalam waktu yang lebih lama.

Ket. Foto: Arsip - Warga mengikuti kegiatan senam bersama di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). — Sumber: Antara foto

Publikasi Eating Well pada Kamis (16/10) mengutip penjelasan dari beberapa dokter spesialis mengenai kebiasaan-kebiasaan perlu dijalankan untuk menjaga kesehatan pada usia paruh baya.

1. Menggerakkan Badan

Dokter Pablo Prichard menyampaikan pentingnya latihan untuk menguatkan otot dan olahraga aerobik pada usia paruh baya.

Hasil studi di Italia yang berfokus pada orang dewasa berusia 60 hingga 85 tahun menunjukkan bahwa latihan interval berintensitas tinggi berkaitan dengan peningkatan kekuatan otot, penurunan risiko jatuh, dan perbaikan fungsi kognitif.

Studi itu juga mendapati kaitan olahraga aerobik berkelanjutan dengan pengurangan gejala depresi serta peningkatan kesejahteraan mental.

Prichard menyarankan mereka yang kurang aktif bergerak memilih jalan cepat untuk mulai membangun rutinitas olahraga. Kalaupun tidak berolahraga intens, bergerak sedikit jauh lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

2. Menerapkan pola makan yang tepat

Dokter Michael J. Hall menyampaikan pentingnya penerapan pola makan yang tepat pada usia paruh baya. Ia menyarankan penerapan pola makan bergizi seimbang yang mencakup protein dan serat bagi individu berusia paruh baya.

"Duduk bersama orang lain untuk menyantap hidangan, berbagi makanan, serta menyiapkan makanan bersama, hal ini juga merupakan aspek yang sangat penting," katanya.

Aspek sosial saat makan bersama orang lain dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi serta tingkat stres, rasa nyeri, dan kesedihan yang lebih rendah.

3. Terus belajar dan menstimulasi otak

Prichard menyampaikan bahwa mempelajari keterampilan yang melibatkan interaksi sosial seperti bermain kartu atau berkumpul bersama teman untuk bermain catur sangat bermanfaat pada usia paruh baya.

"Apa pun yang membuat otak Anda tetap aktif dan benar-benar Anda nikmati akan membantu mengurangi stres sekaligus mencegah neurodegenerasi (penurunan fungsi saraf)," ia menjelaskan.

4. Menjaga kualitas dan pola tidur

Studi tahun 2026 menunjukkan bahwa tidur malam selama enam sampai delapan jam memungkinkan tubuh untuk memulihkan kondisi.

Di samping itu, penting pula meningkatkan kualitas tidur dengan membangun kebiasaan mulai tidur dan bangun pada waktu yang kurang lebih sama setiap hari, menghindari penggunaan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum tidur, serta menghindari makan besar menjelang waktu tidur.

Dokter juga mengemukakan pentingnya memastikan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, menjaga hubungan dengan keluarga dan sahabat, serta menjalankan ajaran agama dan kegiatan-kegiatan yang bisa menghadirkan kesadaran penuh dalam upaya untuk menjaga kesehatan fisik dan mental pada usia paruh baya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.