Messi Borong Dua Gol, Inter Miami Tekuk Atlanta United 3-1

Senin, 19 Okt 2026, 00:05 WIB

ATLANTA — Lionel Messi kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol dalam rentang empat menit untuk membawa Inter Miami menaklukkan Atlanta United 3-1 pada lanjutan Major League Soccer (MLS), Minggu (18/10). Kemenangan ini memperpanjang tren positif Miami saat persaingan menuju babak play-off semakin memanas.

Megabintang asal Argentina itu mencetak dua gol pada menit ke-56 dan ke-60 setelah German Berterame membuka keunggulan Miami menjelang turun minum. Atlanta hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Fafa Picault pada menit ke-89.

Ket. Foto: Lionel Messi mencetak dua gol untuk membawa Inter Miami menang 3-1 atas Atlanta United dan memperpanjang tren kemenangan timnya di MLS. — Sumber: MLS

Hasil tersebut menjadi kemenangan ketiga beruntun Miami di bawah pelatih Cristian “Kily” Gonzalez, yang mengambil alih tim pada bulan lalu. Miami juga telah memastikan tempat di babak play-off pada Rabu sebelumnya sehingga kini dapat memusatkan perhatian untuk mempertahankan gelar juara MLS.

Messi, yang kini berusia 39 tahun, semakin kukuh di puncak daftar pencetak gol MLS dengan koleksi 25 gol. Ia unggul enam gol atas penyerang Kroasia FC Dallas, Petar Musa, serta Milan Iloski dari Philadelphia.

Bermain di stadion yang sama dengan tempat Argentina mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia pada Juli, Messi kembali menjadi pusat perhatian.

Inter Miami membuka keunggulan pada menit ke-45 melalui Berterame. Gol itu bermula dari aksi Messi yang menyundul bola kepada Luis Suarez. Penyerang Uruguay tersebut kemudian melepaskan diri dari kawalan pemain bertahan Atlanta sebelum mengirimkan umpan lambung ke kotak penalti yang diselesaikan Berterame dengan sundulan.

Messi kembali menjadi kreator sekaligus pencetak gol pada babak kedua. Pada menit ke-56, Berterame memberikan umpan kepada kapten Argentina itu yang menusuk melewati barisan pertahanan Atlanta. Messi kemudian melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Hanya berselang empat menit, Messi kembali menghukum tuan rumah. Kali ini, ia menerima umpan Suarez dan melesat melewati pertahanan Atlanta sebelum menaklukkan kiper Lucas Hoyos.

Gol tersebut membuat Miami unggul 3-0 sekaligus semakin mendekatkan mereka pada kemenangan.

Atlanta baru mampu mencetak gol balasan pada menit ke-89 melalui eksekusi penalti Picault. Namun, gol itu datang terlalu terlambat untuk mengubah hasil pertandingan.

Selain mencetak dua gol, Messi juga menyumbangkan satu assist dalam kemenangan Miami. Tambahan tersebut membuatnya menyamai Son Heung-min dari Los Angeles FC di puncak daftar pemberi assist MLS.

Messi juga menjadi pemain pertama dalam sejarah MLS yang mencatatkan sedikitnya 15 assist dalam tiga musim berturut-turut.

Performa impresif ini melanjutkan produktivitasnya setelah momen perpisahan emosional bersama tim nasional Argentina. Messi kini telah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan sejak penampilan perpisahan tersebut.

Dengan babak play-off yang semakin dekat, ketajaman Messi menjadi modal penting bagi Miami dalam upaya mempertahankan gelar. Perpaduan produktivitas sang kapten, kontribusi Suarez, serta efektivitas Berterame membuat lini serang Miami kembali terlihat berbahaya.

Sebaliknya, Atlanta United masih terpuruk di posisi kedua terbawah Wilayah Timur. Tim asuhan Gerardo Martino itu semakin kehabisan waktu untuk memperbaiki posisi dan menjaga peluang lolos ke babak play-off.

Dalam pertandingan lain, rentetan 19 laga tanpa kekalahan St. Louis City di MLS akhirnya berakhir setelah mereka takluk 2-3 di kandang Minnesota United.

St. Louis sempat berada di atas angin setelah penyerang asal Brasil Rafael Navarro dan winger Korea Selatan Jeong Sang-bin membawa tim tamu unggul pada awal pertandingan.

Namun, Minnesota bangkit setelah turun minum. Aziel Jackson memperkecil ketertinggalan pada menit ke-49, sebelum Kelvin Yeboah menyamakan kedudukan pada menit ke-68.

Marcus Caldeira kemudian memastikan kemenangan Minnesota melalui gol pada menit ke-86.

Kekalahan tersebut menggagalkan peluang St. Louis untuk memecahkan rekor tak terkalahkan MLS yang kini mereka samai bersama Columbus, Dallas, dan Inter Miami. Mereka juga kehilangan catatan 21 pertandingan tanpa kekalahan di seluruh kompetisi, sebuah rekor yang sebelumnya menjadi milik klub tersebut.

St. Louis terakhir kali kalah di MLS ketika menyerah 0-2 dari Austin pada 3 Mei. Sejak itu, mereka membukukan 13 kemenangan dan enam hasil imbang sebelum akhirnya takluk di Minnesota.

Meski demikian, St. Louis sudah memastikan tempat di babak play-off untuk pertama kalinya sejak 2023.

Sementara itu, Philadelphia Union memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 15 pertandingan setelah bermain imbang 2-2 melawan Charlotte.

Hasil tersebut mengakhiri rentetan delapan kemenangan beruntun Philadelphia di MLS. Meski gagal meraih tiga poin, Union tetap menunjukkan konsistensi luar biasa dalam beberapa bulan terakhir.

Philadelphia sebelumnya kalah 4-6 dari Inter Miami pada 24 Mei. Namun, sejak pertandingan itu, mereka mencatatkan 12 kemenangan dan tiga hasil imbang, mengumpulkan 39 dari kemungkinan 45 poin.

Pencapaian tersebut diraih sejak Ryan Richter ditunjuk sebagai pelatih interim ketika kompetisi memasuki jeda Piala Dunia.

Dengan persaingan menuju babak play-off semakin ketat, kemenangan Miami atas Atlanta menjadi sinyal kuat bahwa Messi dan rekan-rekannya siap kembali bersaing memperebutkan gelar. Sementara itu, berakhirnya rekor St. Louis dan konsistensi Philadelphia menambah ketegangan dalam persaingan MLS musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.