Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Anggap Sepele! Osteoporosis Bisa Bikin Tulang Mudah Patah setelah Usia 50

📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:26 WIB | Oleh:
Jangan Anggap Sepele! Osteoporosis Bisa Bikin Tulang Mudah Patah setelah Usia 50 Doc: Antara foto/HO-Siloam
Ket. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Wijaya Johanes Chendra sedang menjelaskan mengenai cara mencegah patah tulang pada pasien osteoporosis.

TANGERANG - Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Wijaya Johanes Chendra, mengatakan, osteoporosis perlu diwaspadai khususnya orang dengan orang pada usia di atas 50 tahun karena dapat menyebabkan patah tulang dengan dampak serius.

"Secara anatomi dan klinis, patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tiga lokasi utama yang rentan yaitu panggul atau paha atas, tulang belakang dan pergelangan tangan," kata dr. Wijaya dalam keterangannya di Tangerang, Minggu.

Fraktur panggul merupakan salah satu komplikasi paling berat karena berkaitan erat dengan penurunan kemandirian, kecacatan jangka panjang, hingga peningkatan risiko kematian pada lansia. Sementara itu, fraktur tulang belakang sering kali tidak terdiagnosis, tetapi dapat menyebabkan kronis, perubahan postur tubuh (kifosis), serta penurunan tinggi badan.

Untuk patah tulang panggul umumnya memerlukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti bagian tulang yang patah, dan tindakan dianjurkan dilakukan sedini mungkin setelah kondisi pasien dinilai sudah memungkinkan.

Sementara itu, pada patah tulang pergelangan tangan, operasi dapat dipertimbangkan jika posisi tulang bergeser atau tidak stabil. Sementara itu, patah tulang belakang umumnya dapat ditangani tanpa operasi terlebih dahulu, meskipun tindakan tertentu dapat diperlukan jika nyeri berat menetap atau terdapat gangguan saraf.

"Pencegahan dan penanganan osteoporosis tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga perlu didukung oleh perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang memberikan pembebanan pada tulang secara aman," ujar dr. Wijaya dari Siloam Hospital TB Simatupang.

Perlu diketahui, Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang.

Secara global, diperkirakan lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis, di mana sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun akan mengalami fraktur fragilitas atau patah tulang akibat kerapuhan tulang.

Di Indonesia, pertambahan jumlah penduduk lanjut usia juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan beban osteoporosis. Angka osteoporosis diproyeksikan meningkat hingga 135 persen pada 2050.

"Dalam momentum hari osteoporosis sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober, kami mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tulang melalui evaluasi faktor risiko, pemeriksaan medis sesuai indikasi, serta konsultasi dengan dokter spesialis," katanya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga aktivitas dr. Bernadette Laura, mengatakan, aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang dapat merangsang proses pembentukan dan pembaruan tulang, sehingga membantu menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.

Olahraga juga membantu memperkuat otot, menjaga keseimbangan tubuh, dan mengurangi risiko jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang. Jenis latihan yang dapat dilakukan antara lain weight-bearing exercise, seperti berjalan dan naik tangga, serta latihan beban.

"Selain itu penting untuk mengombinasikan olahraga fleksibilitas untuk mencegah risiko jatuh. Bagi pasien osteoporosis, latihan juga harus tetap dilakukan, tetapi jenis dan intensitasnya harus disesuaikan dengan kondisi pasien serta dilakukan secara aman dan terstruktur karena risiko patah tulangnya lebih tinggi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Festival Cilung Ajang Pembe...

Upaya-upaya Polisi Menekan Peredaran Narkoba di Bekasi

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Luar Negeri
Trump Kaji Dampak Sanksi Ru...
Nasional
RI Dorong Perlindungan Anak...
Nasional
Daya Beli Melemah, Pinjol K...
Rona
Tahu Rencana Ayu Ting Ting ...

Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Nasional
Api Kepung Habitat, 51 Oran...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.