Studi Australia Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Otak Lansia Setelah Trauma
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim PenulisCanberra - Sebuah studi di Australia menemukan bahwa pengembangan cadangan kognitif melalui pengalaman hidup yang memperkaya dapat membantu mengurangi dampak kognitif dan psikologis akibat pengalaman traumatis pada usia lanjut.
Studi yang melibatkan 745 orang dewasa berusia 50 hingga 86 tahun itu meneliti hubungan antara paparan peristiwa traumatis dan fungsi kognitif, termasuk peran cadangan kognitif dalam membantu seseorang menghadapi dampak pengalaman buruk sepanjang hidup.
Menurut pernyataan Universitas Adelaide, Australia, yang dirilis baru-baru ini, para peserta menjalani sejumlah penilaian untuk mengukur paparan terhadap peristiwa traumatis, gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD), serta kinerja kognitif mereka.
Sekitar 87 persen peserta melaporkan pernah mengalami setidaknya satu peristiwa traumatis secara langsung, kata Sabrina Sghirripa, peneliti Universitas Adelaide sekaligus penulis utama studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders tersebut.
"Namun, tidak semua orang yang mengalami trauma mengalami penurunan fungsi kognitif di kemudian hari, yang mengindikasikan bahwa faktor-faktor pelindung, termasuk cadangan kognitif, dapat meningkatkan resiliensi," tutur Sghirripa.
Tim peneliti menemukan bahwa orang dengan cadangan kognitif lebih tinggi cenderung tidak terlalu terdampak gejala stres pascatrauma. Mereka juga mampu mempertahankan fungsi kognitif yang lebih baik ketika menghadapi paparan peristiwa traumatis.
Cadangan kognitif merupakan kemampuan otak untuk beradaptasi dalam mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Kemampuan tersebut dapat dibangun sepanjang hidup melalui berbagai pengalaman yang memperkaya, seperti pendidikan dan aktivitas rekreasi.
Temuan itu menunjukkan bahwa pengalaman hidup yang beragam dan merangsang kemampuan berpikir berpotensi membantu seseorang menghadapi dampak trauma dengan lebih baik. Meski demikian, penelitian tersebut menyoroti peran cadangan kognitif sebagai faktor pelindung, bukan berarti pengalaman traumatis tidak lagi menimbulkan dampak terhadap kesehatan seseorang.
Sghirripa mengatakan pengembangan cadangan kognitif dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu mengurangi dampak kognitif dan psikologis akibat trauma. Menurut dia, intervensi melalui aktivitas rekreasi dan keterlibatan sosial dapat memberikan manfaat bagi masyarakat berusia lanjut.
Aktivitas yang merangsang pikiran dan hubungan sosial dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan otak serta kesejahteraan psikologis seiring bertambahnya usia. Keterlibatan dalam kegiatan yang bermakna juga dapat membantu seseorang tetap aktif dan terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
"Menjaga hubungan sosial dan terlibat dalam aktivitas yang bermakna dapat membantu melindungi kesehatan kognitif dan mental di kemudian hari," kata Sghirripa.
Ia menambahkan, manfaat tersebut juga relevan bagi orang-orang yang pernah mengalami banyak pengalaman buruk sepanjang hidup mereka.
Studi itu menegaskan pentingnya membangun cadangan kognitif melalui pengalaman yang memperkaya sepanjang hidup. Upaya tersebut dapat menjadi bagian dari pendekatan untuk mendukung kesehatan kognitif dan mental pada usia lanjut, terutama bagi mereka yang pernah menghadapi peristiwa traumatis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!