IHSG Hari Ini Menghijau Berkat Berburu Diskon, Sinyal Pulih atau Sekadar Jeda?
Rabu, 14 Okt 2026, 18:35 WIBJAKARTA â Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan aksi bargain hunting atau pembelian saham-saham berharga murah setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Aksi ini menunjukkan investor mulai memanfaatkan koreksi harga untuk mengakumulasi saham dengan valuasi menarik.
Namun, penguatan tersebut belum tentu menandakan pembalikan tren secara berkelanjutan karena pergerakan pasar masih dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga, dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Dengan demikian, keberlanjutan penguatan IHSG akan bergantung pada konsistensi aliran dana masuk dan pulihnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/10) sore, ditutup menguat 17,04 poin atau 0,29 persen ke posisi 5.943,02 seiring aksi bargain hunting (aksi beli saham-saham murah) yang dilakukan oleh investor setelah pasar menyentuh level terendahnya selama tiga bulan terakhir.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,40 poin atau 0,92 persen ke posisi 594,59.
"IHSG menguat setelah melemah selama dua sesi sebelumnya. Aksi beli pada saham-saham yang dinilai murah (bargain hunting) muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus atau Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar mencermati sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) sambil menantikan rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS).
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengindikasikan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan pada tahun ini, namun pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut kemungkinan tidak diperlukan pada 2027.
Sementara itu, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,0 persen, yang didukung oleh upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong belanja pemerintah.
Pada hari ini, pelaku pasar fokus menantikan rilisnya data inflasi AS yang diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen year on year (yoy) menjadi 3,6 persen (yoy). Sementara inflasi inti diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen menjadi 3,6 persen (yoy).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,76 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,78 persen dan 0,41 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 0,72 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,19 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRON, SONA, BLTZ, BIKE dan PTSP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOSS, PCAR, SBMA, VKTR dan ALKA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,47 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,05 miliar lembar saham senilai Rp11,22 triliun. Sebanyak 291 saham naik, 342 saham menurun, dan 330 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 0,10 persen ke 67.848,00, indeks Kospi melemah 0,44 persen ke 6.008,81, indeks Shanghai melemah 0,89 persen ke 3.767,13, indeks Hang Seng melemah 0,13 persen ke posisi 24.314,17, dan indeks Straits Times melemah 0,13 persen ke posisi 5.423,33.
- ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG: Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sulawesi Utara hingga 4 Oktober
-
Kebakaran Hari Ini di Bekasi, Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar
-
IHSG Hari Ini Ikut Terseret, Bursa Asia Kompak Melemah
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-6 di Dunia Pagi Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.