Prancis Dilanda Kerusuhan, Wapres AS JD Vance Salahkan Masalah Imigrasi dan Asimilasi

Minggu, 18 Okt 2026, 11:01 WIB

WASHINGTON - Wakil Presiden AS JD Vance menyalahkan imigrasi atas kekerasan dalam aksi protes di Prancis, sambil membagikan video yang menunjukkan gedung balai kota di Limoges terbakar.

"Kaum liberal Barat mengimpor negara-negara dunia ketiga ke Prancis dan negara-negara lain atas nama keberagaman dan belas kasih. Mereka mengabaikan pertanyaan mendasar tentang asimilasi dan kompatibilitas. Mereka diberi tahu bahwa hal itu akan mengarah pada hal ini dan mereka tidak mendengarkan," tulis Vance di X, Sabtu (17/10).

Ket. Foto: Mobil-mobil dibakar dalam kerusuhan yang terjadi di Prancis, Sabtu — Sumber: AFP

"Saya berdoa agar Prancis, negara yang indah dengan orang-orang yang luar biasa, menghentikan kegilaan ini sebelum lebih banyak bangunan bersejarahnya terbakar," tambahnya.

Vance, yang dipandang sebagai calon presiden potensial dalam pemilihan 2028, juga menghubungkan hal ini dengan pemilihan paruh waktu untuk kursi kongres pada 3 November mendatang, di mana Partai Republik diperkirakan tidak akan berkinerja baik.

"Dan saya harap rakyat Amerika memperhatikan. Inilah masa depan yang diinginkan oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat untuk negara Anda," kata Vance.

Aksi protes besar-besaran melanda Prancis pada hari Sabtu, di mana polisi bentrok dengan para demonstran ketika pawai nasional menentang inflasi yang melonjak berubah menjadi kekerasan jalanan, penjarahan meluas, dan kebakaran.

Vance, 42 tahun, mewakili sayap Partai Republik yang paling nasionalis dan identitarian, dan sering mengkritik kebijakan imigrasi Eropa, yang menurutnya terlalu longgar.

Vance bahkan sampai memberi kuliah kepada warga Eropa tentang masalah ini selama pidato pada Februari 2025 di Munich.

  • Kerusuhan Prancis

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.