Nelayan Anambas Hanyut Sampai Malaysia, Polisi Imbau Masyarakat Lengkapi Alat Keselamatan Sebelum Melaut
Minggu, 18 Okt 2026, 13:07 WIBNATUNA - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas, Polda Kepulauan Riau mengimbau nelayan di wilayah itu untuk memastikan peralatan keselamatan dan sarana memadai sebelum melaut, menyusul insiden seorang nelayan hanyut hingga ke Malaysia.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, dikonfirmasi dari Natuna, Minggu, mengatakan pada Sabtu (17/10) tim Polres Kepulauan Anambas, Kantor SAR Natuna dan beberapa instansi lain menjemput seorang nelayan Kepulauan Anambas di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Nelayan bernama Bachtiar (61) tersebut sebelumnya ditemukan oleh pemancing Malaysia masuk ke wilayah negara Jiran tersebut bersama pompong miliknya dan diserahkan kepada otoritas setempat.
Bachtiar diduga hanyut ke negara tetangga karena kehabisan bahan bakar.
"Para nelayan kita harap memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kesiapan kapal dan mesin, serta membawa alat komunikasi yang berfungsi baik sebelum melaut. Persiapan tersebut penting untuk mendukung kelancaran aktivitas di laut dan mempermudah koordinasi apabila terjadi keadaan darurat," katanya.
Polres Kepulauan Anambas mencatat, Bachtiar sempat dilaporkan hilang pada Ahad (11/10) setelah tidak kembali melaut dan telah dilakukan pencarian pada hari yang sama hingga informasi penemuan di Malaysia.
Bachtiar berhasil dijemput dalam keadaan selamat setelah dilakukan koordinasi dengan otoritas maritim Malaysia. Bachtiar di antar oleh otoritas Malaysia menggunakan KM Sebatik. Sementara itu, penjemputan menggunakan perahu karet bermesin milik Kantor SAR Natuna.
Bachtiar dibawa ke Jemaja, Kepulauan Anambas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, sebelum diantar kembali ke kediamannya dan diserahkan kepada keluarga.
"Keberhasilan operasi ini menjadi bukti pentingnya koordinasi lintas instansi dan negara dalam menangani situasi darurat di wilayah perairan perbatasan," katanya
Ia menilai, kolaborasi dalam operasi pencarian dan penjemputan Bachtiar mencerminkan komitmen bersama instansi pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Kepulauan Anambas.
Ia menambahkan operasi penjemputan dipimpin Koordinator Pos SAR Anambas Dwiyanto Bima Satria Yudhianto, dengan melibatkan personel Satpolairud Polres Kepulauan Anambas, Bhabinkamtibmas Desa Genting Pulur Polsek Jemaja, Basarnas, BPBD Tarempa, Lanal Tarempa, RSOP Tarempa, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Saat dinyatakan hilang Bachtiar menggunakan kapal nelayan jenis pompong berwarna hijau keabu-abuan, dengan panjang sekitar 25 kaki dan lebar 6 kaki. Kapal tersebut menggunakan mesin PS 130 serta dilengkapi perangkat komunikasi radio," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kolaborasi Otorita IKN dan PNM Kembangkan Ekonomi Masyarakat di Dua Kabupaten Kaltim
-
PBSI Segera Umumkan Pelatih Ganda Campuran
-
Vonis Kasus Chromebook: Hakim Nilai Google Diuntungkan, Kejagung Diminta Telusuri Dugaan TPPU Nadiem
-
Polri Minta Warga Waspadai Modus e-Tilang Palsu
-
Porprov Jateng XVII Ajang untuk Pecahkan Rekor, 7.990 Atlet Siap Bertanding
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.