Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Bakom RI Klaim Kemiskinan Turun Jadi 8,07 Persen

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Bakom RI Klaim Kemiskinan Turun Jadi 8,07 Persen Doc: antara foto
Ket. Pidato pengantor RUU APBN dan Nota Keuangan 2027

JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengklaim tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dengan jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 22,93 juta orang dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan angka tersebut berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pemerintah terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu (18/10).

Selain penurunan tingkat kemiskinan, kemiskinan ekstrem juga menunjukkan tren penurunan. Dalam periode 2021-2025, tingkat kemiskinan turun dari 10,14 persen menjadi 8,47 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berkurang dari 2,14 persen menjadi 0,85 persen.

Pada periode yang sama, tingkat ketimpangan yang diukur melalui rasio Gini membaik dari 0,384 menjadi 0,375.

Pemerintah juga mengembangkan perlindungan sosial berbasis data terpadu untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sekaligus memperkuat upaya keluarga agar dapat keluar dari kemiskinan.

Di sisi lain, pemerintah menjalankan kebijakan untuk menjaga daya beli pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Pada 2025, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 17 juta pekerja yang memenuhi persyaratan, dengan bantuan Rp300.000 per bulan selama dua bulan atau Rp600.000 yang dibayarkan sekaligus kepada setiap penerima.

Pemerintah juga memperluas kesempatan kerja melalui Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program tersebut menargetkan 100.000 peserta pada 2025 dan meningkatkan kuota menjadi 150.000 peserta pada 2026.

Evaluasi program magang pada 2025 menunjukkan sekitar 30 persen peserta ditawari untuk melanjutkan bekerja dan diangkat menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi, memperkuat kesiapan memasuki dunia industri, dan memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih stabil.

Dalam mengukur kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga menggunakan Indeks Modal Manusia sebagai salah satu indikator pembangunan pada 2025, dengan target sebesar 0,56.

Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan dan kualitas daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Prancis Membara, 1.800 Oran...
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.