Djokovic Kembali ke Basel Setelah 15 Tahun, Bidik Tiket ATP Finals dan Gelar ke-103

Minggu, 18 Okt 2026, 00:10 WIB

BASEL – Novak Djokovic dipastikan kembali tampil di Swiss Indoors Basel untuk pertama kalinya sejak 2011 setelah menerima fasilitas wildcard pada hari sabtu (17/10). Petenis Serbia berusia 39 tahun itu memburu tiket ke ATP Finals sekaligus mengincar gelar ke-103 sepanjang karier profesionalnya.

Juara 24 gelar Grand Slam tersebut dijadwalkan tampil dalam turnamen ATP 500 lapangan keras indoor yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November. Keputusan memasukkan Basel ke dalam agenda turnamen Djokovic menjadi kejutan setelah ia sebelumnya menyatakan hanya akan mengikuti Paris Masters sebelum penutupan musim melalui ATP Finals.

Ket. Foto: Novak Djokovic. — Sumber: ATP

Djokovic datang ke Swiss setelah menjalani rangkaian turnamen Asia dengan hasil yang beragam. Ia lebih dahulu mencatatkan sejarah dengan merebut gelar China Open untuk ketujuh kalinya, sebuah rekor di turnamen tersebut.

Namun, langkahnya di Shanghai Masters justru terhenti secara mengejutkan pada babak kedua. Djokovic, yang telah empat kali menjuarai turnamen itu, kalah dari petenis Polandia, Hubert Hurkacz.

Hasil tersebut menambah catatan musim yang tidak sepenuhnya konsisten bagi mantan petenis nomor satu dunia itu. Pada US Open, Djokovic bahkan tersingkir pada babak pertama, menjadi kekalahan paling dini di turnamen Grand Slam sejak Australian Open 2006.

Keputusan tampil di Basel membuka peluang tambahan bagi Djokovic untuk memperbaiki posisinya dalam persaingan menuju ATP Finals di Turin, Italia.

Berdasarkan klasemen sementara ATP Live Race to Turin dalam laporan tersebut, Djokovic berada di peringkat ke-11. Ia perlu menembus sembilan besar untuk memperbesar peluang tampil dalam turnamen penutup musim yang mempertemukan para petenis terbaik sepanjang tahun.

Persaingan menuju ATP Finals semakin menarik setelah petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dilaporkan harus mengakhiri musim 2026 lebih awal akibat cedera lutut yang terus mengganggu kondisinya.

Situasi itu dapat memengaruhi persaingan perebutan tempat di Turin. Namun, Djokovic tetap membutuhkan hasil positif di Basel untuk memperbaiki posisinya dan menjaga peluang tampil dalam ATP Finals untuk ke-17 kalinya.

Bagi Djokovic, turnamen di Swiss juga menjadi kesempatan untuk kembali menemukan konsistensi setelah hasil yang naik turun dalam beberapa bulan terakhir.

Basel bukan tempat asing bagi Djokovic. Petenis Serbia itu tercatat akan menjalani penampilan keempatnya di turnamen tersebut setelah terakhir kali berpartisipasi pada 2011.

Kenangan terbaiknya di Basel terjadi pada 2009, ketika ia merebut gelar juara dengan mengalahkan legenda tenis Swiss, Roger Federer, di partai final.

Kali ini, Djokovic akan menghadapi persaingan ketat dari sejumlah pemain papan atas, termasuk petenis Kanada Felix Auger-Aliassime serta dua wakil Amerika Serikat, Ben Shelton dan Taylor Fritz.

Turnamen ATP 500 tersebut menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi para petenis untuk mengumpulkan poin penting menjelang berakhirnya musim 2026.

Dengan pengalaman, koleksi gelar, dan ambisi mempertahankan tempat di antara elite tenis dunia, Djokovic berharap kembalinya ia ke Basel dapat menjadi momentum kebangkitan sekaligus jalan menuju pencapaian bersejarah berupa gelar ke-103 dalam kariernya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.