Bank Indonesia Dukung Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 15:05 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Bank Indonesia (BI) mendukung pengembangang Pariwisata Ramah Muslim (PRM) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Untuk itu, BI melakukan tiga inisiatif strategis, termasuk Indonesia Travel Pack yang berbasis digitalisasi.
“Inisiatif pertama, pemanfaatan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Tujuannya untuk memetakan kesiapan dan potensi daerah sebagai dasar perumusan kebijakan,” kata Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali, dalam penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta, dikutip Sabtu (17/10).
Kedua, penyusunan Peta Jalan PRM Nasional sebagai acuan pengembangan yang terarah dan terintegrasi. Ketiga, pelatihan bagi pengelola desa wisata untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan daya saing destinasi.
Sedangkan Indonesia Travel Pack yang dikembangkan bersama Kementerian Pariwisata dan mitra terkait, baru dimulai pada September 2026. Inisiatif ini mengintegrasikan akses informasi destinasi, konektivitas digital dan layanan pembayaran.
“Indonesia Travel Pack juga untuk memperluas peluang usaha UMKM lokal. Sekaligus melengkapi QRIS Antarnegara untuk meningkatkan kenyataman wisatawan,” ujar Ricky.
Menurut dia, Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi salah satu pusat pariwisata ramah muslim dunia. Karenanya, tegas Ricky, BI berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan kapasitas daerah.
“Sehingga pengembangan PRM memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. Di sisi lain, ikut mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah,” ucap dia.
Dalam kegiatan ISEF 2026, BI meluncurkan Kajian Rekomendasi Peta Jalan PRM Nasional. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 15 provinsi mendapatkan penghargaan dalam pengembangan RPM.
Kajian dan penghargaan tersebut diharapkan menjadi acuan pengembangan PRM yang lebih terarah. Diantara 15 provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Aceh,
Peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 naik ke posisi kedua dari peringkat kelima pada 2025. Sedangkan dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, PRM Indonesia berada di peringkat keenam.
Capaian tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas destinasi dan layanan wisata dan memperluas pasar wisatawan Muslim. Sehingga PRM dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!