Arab Saudi Keluhkan Perang Hancurkan Rantai Pasok Serta Tekan Ekonomi
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 19:08 WIB | Oleh: Deri HenriawanMOSKOW - Perang, konflik, dan gangguan rantai pasok meningkatkan beban kemanusiaan dan biaya ekonomi, sekaligus memperbesar tekanan harga, kata Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan, Sabtu (17/10).
Al-Jadaan, yang juga Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) Dana Moneter Internasional (IMF), menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan ke-54 komite itu di Bangkok, Thailand.
“Perang dan konflik menimbulkan dampak kemanusiaan yang berat, disertai biaya ekonomi yang signifikan dan dampak yang meluas. Ketegangan akibat ancaman dan gangguan rantai pasok meningkatkan ketidakpastian serta tekanan harga. Tantangan ini sangat berat terutama bagi negara-negara berpendapatan rendah dan negara-negara yang rentan,” kata Al-Jadaan.
Ia mengatakan, perekonomian global mampu menghadapi serangkaian guncangan baru-baru ini dengan lebih baik daripada perkiraan.
Namun, daya tahan yang menjadi penyangga perekonomian telah menyusut secara nyata. Karena itu, kemampuan ekonomi global untuk menghadapi guncangan baru tidak lagi dapat dijamin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komite tersebut memperingatkan bahwa konflik yang semakin meluas, meningkatnya ketegangan perdagangan, tingginya utang publik, dan kenaikan biaya pembiayaan kembali utang dapat memperbesar risiko ekonomi dan keuangan.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, pergeseran demografi, serta risiko iklim juga menambah tekanan terhadap perekonomian global, menurut komite tersebut. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!