Antisipasi Gempa dan Tsunami, Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi hingga Tingkat RT

Minggu, 18 Okt 2026, 13:37 WIB

Kota Bengkulu - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi, melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan sarana dan prasarana pendukung penanganan darurat.

Kesiapsiagaan potensi bencana alam di Kota Bengkulu tidak hanya mengandalkan peran dari Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas), tetapi harus melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan masyarakat.

Ket. Foto: Sirene peringatan dini tsunami yang ada di Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu, Minggu (18/10). — Sumber: Antara

"Kita harus tanggap terhadap potensi bencana yang ada. Seluruh OPD harus bersinergi, termasuk menyiapkan kebutuhan logistik dan operasional hingga tingkat RT dan kelurahan agar masyarakat tidak panik ketika bencana terjadi," kata Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu, Minggu (18/10).

Menurutnya, Kota Bengkulu memiliki potensi gempa bumi karena berada di kawasan pesisir Samudra Hindia dan Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang dilalui oleh rangkaian gunung berapi atau ring of fire sehingga berpotensi lebih besar untuk terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang besar jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Dengan kondisi tersebut pihaknya harus mempersiapkan langkah penanganan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Sehmi menyebut kesiapan di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam penanganan awal sebelum bantuan dari instansi terkait tiba dan masyarakat harus mendapatkan edukasi mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun bencana lainnya.

Dengan adanya edukasi dan simulasi, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga akan memperbanyak kegiatan simulasi menghadapi bencana, termasuk menyasar sekolah dan lingkungan masyarakat.

Simulasi di sekolah, kata dia, dapat mengajarkan anak-anak mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bencana lainnya, dan dengan adanya simulasi yang dilakukan secara rutin, masyarakat tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana menerangkan saat ini pemerintah kota memiliki dua sirene tsunami yang rutin digunakan untuk simulasi setiap tanggal 26, dan sirene tersebut diaktifkan dari pusat kendali BPBD dan dapat terdengar hingga kawasan pantai.

Kemudian pihaknya juga telah mengusulkan penambahan dua sirene peringatan dini tsunami, yang nantinya akan ditempatkan di kawasan Lempuing dan Teras Terunjam, dengan pengusulan yang masih berproses bersama pemerintah pusat.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.