Atasi Kabut Asap, Pemprov Sumatera Utara Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Sabtu, 17 Okt 2026, 07:59 WIB

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengatasi kabut asap yang melanda seluruh wilayah Sumut  akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Modifikasi cuaca ini diharapkan bisa membantu mengurangi kabut asap kebakaran hutan dan lahan," ucap Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya usai melepas pesawat Cessna Caravan di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (16/10).

Ket. Foto: Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya (kanan) memastikan pemuatan garam jenis Natrium Klorida (NaCl) ke dalampesawat Cessna Caravan di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (16/10/2026). — Sumber: ANTARA

Wagub mengatakan, pihaknya telah memastikan pemuatan logistik berupa garam jenis Natrium Klorida (NaCl) ke dalam pesawat kecil tersebut.

Bahan ini akan ditaburkan di ketinggian tertentu untuk mempercepat proses kondensasi dan penggabungan butir-butir air di dalam awan, sehingga hujan lebih cepat terbentuk.

"Jadi sesuai perintah pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama di wilayah Medan-Binjai-Deli Serdang dan sekitarnya. Selanjutnya ke daerah lain," kata Surya.

Pihaknya menjelaskan, kabut asap yang melanda wilayah Sumut tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga mengurangi jarak pandang hingga mengganggu penerbangan.

Akibat kabut asap menyelimuti seluruh wilayah Sumut, Pemprov Sumut menerapkan pembelajaran jarak jauh jenjang PAUD/TK/SD/SMP/SMA/SMK/SLB sederajat di Sumatera Utara mulai 16 sampai 21 Oktober 2026.

Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang mencatat, sebanyak tiga penerbangan domestik dibatalkan, serta 11 penerbangan domestik dan internasional mengalami penundaan.

"Dua hari terakhir, sejumlah jadwal penerbangan terpaksa ditunda, dan bahkan dibatalkan akibat terbatasnya jarak pandang," tutur Surya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut Tuahta Saragih mengatakan, operasi modifikasi cuaca ini berlangsung selama tiga hari.

"Setiap penerbangan membawa muatan satu ton NaCl dengan durasi penerbangan sekitar dua jam," kata dia.

Operasi modifikasi cuaca ini, lanjut dia, dijadwalkan berlangsung dua kali sehari sebagai bagian upaya Pemprov Sumut mempercepat penanganan kabut asap.

"Pemerintah berharap langkah ini dapat memicu turunnya hujan, sehingga kualitas udara membaik, dan kabut asap yang mengganggu kesehatan warga berkurang," papar Tuahta.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.