- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Sebut Perang Iran Se...
Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Diprediksi Anjlok
Jumat, 16 Okt 2026, 01:00 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir. Ia juga memperkirakan harga minyak akan anjlok tajam setelah konflik tersebut berakhir.
"Perang dengan Iran akan berakhir segera, segera, seperti yang mereka inginkan. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir dan harga minyak akan anjlok drastis," kata Trump kepada wartawan di Montana, Rabu malam (14/10) waktu setempat.
Dikutip dari Antara, saat berpidato dalam kampanye di Montana, Trump mengaku tidak yakin siapa pejabat Iran yang akan bernegosiasi dengan AS dalam upaya mengakhiri konflik.
"Mereka tidak punya angkatan laut. Mereka tidak punya angkatan udara. Angkatan darat mereka hancur lebur. Para pemimpin mereka sudah tiada. Seharusnya saya membiarkan para pemimpin mereka tetap hidup, karena saya tidak tahu dengan siapa sebenarnya kami bernegosiasi," kata Trump.
Ia menggambarkan Iran sebagai kekuatan militer yang dahulu dominan di Timur Tengah. Menurut Trump, operasi militer AS telah melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan.
"Iran dulunya adalah pengganggu di Timur Tengah," ujarnya.
Trump juga mengklaim serangan AS telah menghancurkan armada laut Iran dan melumpuhkan pesawat-pesawat militernya. Ia mengatakan Iran sebelumnya memiliki 159 kapal perang, tetapi kini tidak ada satu pun yang masih beroperasi. Ia juga mengklaim ratusan pesawat tempur Iran telah dihancurkan di landasan pacu.
"Mereka dulu kuat. Sekarang, mereka tidak sekuat itu lagi. Saya bilang, kami telah menghancurkannya, tetapi mereka memang memiliki tepat 159 kapal. Berapa banyak kapal yang kini tergeletak di dasar laut? Ya, 159," kata Trump.
Ia melanjutkan bahwa Iran memiliki 274 pesawat tempur yang dinilainya cukup canggih, tetapi tidak ada satu pun yang masih dapat digunakan.
"Berapa banyak pesawat tempur jet yang tersedia untuk digunakan saat ini? Nol! Tahu di mana jet itu berada? Semuanya tersebar di seluruh landasan pacu yang indah di Iran. Semuanya hancur berkeping-keping di seluruh landasan pacu itu," ujar Trump.
Operasi Militer
Dalam kesempatan terpisah, Trump juga mengatakan bahwa pembocor informasi rahasia terkait operasi militer seharusnya dijatuhi hukuman berat, termasuk ditembak. Ia mengklaim telah menunda serangan terhadap Iran setelah informasi mengenai waktu pelaksanaannya bocor ke sejumlah media.
"Pembocor informasi harus, menurut saya, pembocor informasi harus ditembak. Dahulu, kami biasa menembak para pembocor informasi," kata Trump.
Trump mengatakan pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga mengklaim Iran telah menunggu kedatangan pesawat-pesawat tersebut.
"Seseorang telah membocorkan informasi, seseorang yang kurang bertanggung jawab. Mereka seharusnya dipenjara dan ditembak. Mereka seharusnya dipenjara seumur hidup," katanya.
Menurut Trump, informasi mengenai waktu keberangkatan pesawat pengebom dari Missouri pada pukul 12.07 serta perkiraan waktu kedatangannya telah dipublikasikan oleh The New York Times dan CNN.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.