Tak Mau Bergantung pada Pasokan Luar, Kalsel Perkuat Produksi Bawang Merah

Jumat, 16 Okt 2026, 00:03 WIB

BANJARBARU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat produksi bawang merah lokal untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan melalui pengembangan budidaya hortikultura di Kabupaten Banjar di tengah tantangan musim kemarau panjang dan keterbatasan air.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Kamis, mengapresiasi keberhasilan kelompok tani di Desa Alimukim, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, yang mampu memanen bawang merah lokal pada Rabu (14/10) meskipun menghadapi keterbatasan air, menunjukkan upaya petani mempertahankan produksi di tengah kondisi alam yang kurang mendukung.

Ket. Foto: Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman (tengah) ikut memanen bawang merah lokal milik kelompok tani di Desa Alimukim, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (14/10). — Sumber: Antara foto/HO-Pemprov Kalsel

“Ini luar biasa. Pada musim kemarau yang panjang seperti sekarang, ketika kita kesulitan air, ternyata masih bisa panen. Ini merupakan kekuatan usaha dan kekuatan doa yang dilakukan kelompok tani,” ujarnya.

Ia mengatakan, produksi bawang merah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah, sehingga keberhasilan panen tersebut diharapkan memotivasi petani untuk mempertahankan produksi dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Syamsir menyampaikan pemerintah provinsi berupaya membantu memenuhi kebutuhan kelompok tani yang masih menjadi kendala dalam pengembangan budidaya bawang merah, dengan dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan kemampuan petani mengembangkan komoditas hortikultura.

Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui bantuan Gubernur Kalsel Muhidin berupa bibit bawang merah beserta kelengkapan pendukung yang disalurkan melalui bidang hortikultura untuk mendukung keberlanjutan budidaya komoditas tersebut di Kabupaten Banjar.

Syamsir meminta petani tidak menyerah menghadapi tantangan produksi, terutama ketika kondisi cuaca kurang mendukung, karena kebutuhan pangan masyarakat akan terus berlangsung sehingga sektor pertanian perlu terus dikembangkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Petani harus tetap berkarya dan berusaha memenuhi kebutuhan pangan kita. Kebutuhan pangan ini sampai kapan pun akan selalu ada. Karena itu, pangan harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Ia juga mendorong jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Banjar terus mendampingi kelompok tani untuk menjaga semangat produksi dan mengembangkan budidaya hortikultura, termasuk bawang merah, guna mendukung keberlanjutan produksi pangan lokal.

“Pengembangan produksi bawang merah di diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pasokan pangan daerah sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi melalui peningkatan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Syamsir.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.