Perempuan Jakarta Timur Digadang-gadang Jadi Soko Guru Ketahanan Ekonomi

Jumat, 16 Okt 2026, 02:34 WIB

JAKARTA – Perempuan sebenarnya memang sosok tangguh. Bahkan kaum wanita ini akan diandalkan menjadi soko kuru ketahanan ekonomi di Jakarta Timur (Jaktim). Untuk itu, Pemkot Jaktim akan memberdayakan perempuan yang tergabung dalam sejumlah organisasi, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian keluarga, baik melalui kegiatan usaha maupun pengelolaan kebutuhan rumah tangga," kata Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan di Jakarta, Kamis. Menurut dia, sejumlah organisasi perempuan dan kelompok memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat.

Ket. Foto: andalan keluarga — Sumber: ist

Organisasi yang terlibat, di antaranya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS). Eka menilai keterlibatan organisasi tersebut dapat memperkuat peran perempuan dalam mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga.

Selain itu, kata dia, perempuan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan inovasi usaha, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan produk pangan. "Tentunya, wanita sangat berperan dalam peningkatan ekonomi, karena yang lebih mengetahui harga pangan, yaitu ibu-ibu. Ini yang membuat bagaimana menyusun inovasi berbagai macam produk," jelas Eka.

Dia menyebutkan peningkatan ketahanan ekonomi keluarga dapat dilakukan melalui berbagai sektor, mulai dari pengembangan UMKM, pertanian perkotaan (urban farming), hingga pemberdayaan ketahanan pangan, kelautan, dan pertanian. "Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus mendorong keluarga untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing," tutur Eka.

Melalui UMKM, sambung dia, perempuan dapat mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dengan mengolah bahan pangan menjadi berbagai jenis produk yang dapat dipasarkan kepada masyarakat. Sementara itu, kegiatan urban farming dapat menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan permukiman guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Selain berpotensi membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan produktif tersebut juga dapat dikembangkan sebagai peluang usaha apabila dikelola secara berkelanjutan. Eka pun berharap organisasi perempuan dapat berperan sebagai penggerak dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggotanya. "Sehingga mampu menghasilkan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar," ungkap Eka. 

  • Ketahanan Ekonomi
  • Akses Kerja Perempuan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.