Peneliti Ungkap Misteri Nisan kuno Berhias di Pulau Lombok, NTB
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 06:53 WIB | Oleh: Sriyono"Kematian memang mengakhiri kehidupan manusia, tetapi tidak selalu mengakhiri kedudukan dan hubungan sosialnya," tegas Rahmat
Nisan kuno berhias paling tua yang ditemukan peneliti berasal dari abad 16. Nisan tersebut adalah satu-satunya nisan tipe Aceh dan berada di komplek Makam Raja-Raja Selaparang, Kabupaten Lombok Timur.
Abad ke 17 atau 18 merupakan puncak era ekspresi nisan-nisan berhias klasik dengan gaya stilasi tinggi. Dari 170 sampel nisan yang diteliti, nisan dari abad ini berjumlah 83 nisan atau sekitar 48,82 persen.
Pada abad 18, jumlah nisan berhias hanya sedikit akibat saat itu Pulau Lombok menjadi zona perang antar kerajaan. Situasi darurat militer membuat seni ukir batu nisan menjadi redup.
Saat memasuki abad 18 atau 19 masehi terjadi fase transisi dan berkembangnya nisan tipe lokal khas Lombok dengan jumlah temuan sebanyak 69 nisan atau setara 40,59 persen. Ketika abad 19 hingga 20, jumlah nisan berhias menjadi semakin sedikit.
Nisan milik kalangan bangsawan cenderung berukuran lebih besar hingga satu meter dan memiliki ragam hias lebih padat, sedangkan nisan masyarakat biasa relatif berukuran sederhana dan memiliki motif ukiran polos.
"Kami melihatnya (nisan berhias) melalui ritual, ingatan, dan benda-benda pemakaman. Masyarakat terus menghadirkan mereka yang telah tiada sebagai bagian dari kehidupan kebudayaan," pungkas Rahmat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!