Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Sumbawa Dorong Transformasi Bansos untuk Modal Usaha

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 18:18 WIB | Oleh:
Pemkab Sumbawa Dorong Transformasi Bansos untuk Modal Usaha Doc: antara foto
Ket. Workshop Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Sumbawa, Jumat (16/10).

SUMBAWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong transformasi bantuan sosial (bansos) dari pola konsumtif menjadi modal usaha produktif berbasis potensi lokal sebagai strategi meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan pemberian bantuan perlu disertai pendampingan usaha agar masyarakat penerima manfaat memiliki sumber penghasilan berkelanjutan dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

"Kami ingin mengalihkan bantuan sosial konsumtif menjadi bantuan usaha produktif dengan pendampingan agar lebih berdampak dalam menurunkan kemiskinan," katanya dalam Workshop Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Sumbawa, Jumat (16/10).

Ia mencontohkan bantuan modal usaha senilai Rp5 juta yang disertai pendampingan berkelanjutan sebagai salah satu pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, bantuan usaha dengan nilai relatif terbatas tetapi dikelola secara produktif berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dibandingkan bantuan yang seluruhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kabupaten Sumbawa pada 2025 tercatat sebesar 11,79 persen, turun 1,08 poin persen dibandingkan 2024 yang mencapai 12,87 persen.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan tingkat kemiskinan kembali menurun menjadi 10,8 persen pada 2026 atau berkurang 0,99 poin persen dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi tingkat kemiskinan 2026 belum tersedia sehingga pencapaian target tersebut masih menunggu data resmi.

Jarot menilai efektivitas program pengentasan kemiskinan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran bantuan, tetapi juga ketepatan sasaran, kesesuaian jenis usaha, dan keberlanjutan pendampingan penerima manfaat.

Karena itu, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi potensi ekonomi setiap wilayah sebelum menentukan bentuk pemberdayaan agar usaha yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan hingga pelaksanaan program sehingga penerima bantuan tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi turut menentukan kegiatan ekonomi yang dijalankan.

Selain pendekatan berbasis potensi lokal, Jarot meminta organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghindari tumpang tindih program penanggulangan kemiskinan.

Menurut dia, program bantuan sosial, pengembangan usaha, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga perlu dilaksanakan secara terpadu agar intervensi pemerintah memberikan manfaat lebih optimal.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyatakan kesiapan mendukung penyediaan tenaga pendamping untuk membantu penerima manfaat mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
DPR RI Akan Persiapkan Revi...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.