Palawija Lebak Kian Tertekan, Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan
Jumat, 16 Okt 2026, 21:55 WIBLEBAK â Produksi palawija di Kabupaten Lebak, Banten, dari Januari sampai dengan September 2026 menurun hingga 4.140 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 7.039 ton.
â"Kami melihat menurunnya produksi palawija itu akibat kemarau panjang," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan di Lebak, Jumat (16/10).
âPara petani palawija di Kabupaten Lebak kesulitan untuk mengembangkan budidaya tanaman jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi dan singkong.
âSebab,kemarau cukup panjang hingga lima bulan terakhir dan mengalami kekeringan, sehingga tanaman tidak tumbuh subur.
âBahkan, petani terpaksa tidak menanam palawija yang menjadi andalan ekonomi keluarga.
âDi samping itu juga biaya produksi palawija di musim kemarau cukup besar, jika membeli pompa air dan kebutuhan lainnya.
â"Produksi palawija tahun ini turun drastis, karena musim kemarau panjang itu," kata Dodi.
âMenurut dia, produksi palawija Januari sampai September 2026 sebanyak 4.140 ton terdiri dari jagung sebanyak 2.860 ton, kacang kedelai 18 ton, kacang tanah 107 ton, kacang hijau 2 ton, ubi kayu 798 ton dan ubi jalar 355 ton.
âProduksi pertanian Kabupaten Lebak dipasok ke berbagai daerah di sejumlah daerah di Banten dan Jakarta.
âNamun, produksi menurun dipastikan bisa memenuhi permintaan pasar di Banten.
â"Kami minta petani di musim hujan agar memperluas produksi tanaman palawija, karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga juga ketersediaan pangan," kata Dodi menjelaskan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.