Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Trading Halt Dipicu MSCI Buka Peluang Ubah Klasifikasi Bursa RI

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 10:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Trading Halt Dipicu MSCI Buka Peluang Ubah Klasifikasi Bursa RI Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10) pagi melemah 8 persen atau menembus batas trading halt (pemberhentian perdagangan saham), dipicu oleh pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

IHSG dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 atau mengalami trading halt. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

"Apabila support 5.828 ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut untuk menutup gap di area 5.805-5.744 dan 5.704-5.695, dengan level 5.700 menjadi support psikologis berikutnya. Jika level tersebut turut jebol, IHSG berisiko melemah lebih dalam menuju 5.300, yang merupakan area previous low," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari dalam negeri, MSCI membuka konsultasi kepada pelaku pasar untuk mengkaji ulang klasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari kategori Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market pada seluruh indeks komposit global dan regional yang relevan.

MSCI akan menerima masukan dari pelaku pasar mengenai proposal reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia tersebut sampai 30 April 2027, dan akan mengumumkan keputusannya sebelum tanggal 30 Juni 2027.

MSCI menegaskan rencana tersebut tetap berlanjut kecuali ditemukan bukti jelas adanya perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar Indonesia.

Sejak Januari 2026, MSCI telah membekukan sebagian perubahan indeks saham Indonesia, setelah investor menyoroti ketidaktransparanan struktur kepemilikan dan dugaan coordinated trading.

Meski otoritas telah mengumumkan reformasi, yaitu mencakup keterbukaan kepemilikan di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pelaporan High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan peningkatan minimum free float menjadi 15 persen.

Namun demikian, pelaku pasar menilai implementasinya belum konsisten dan belum disertai penegakan hukum yang signifikan.

“Jika reklasifikasi terealisasi, Indonesia berisiko mengalami arus keluar dana asing, tekanan jual saham, dan peningkatan volatilitas,” ujar Liza.

Di sisi lain, beban bunga utang pemerintah dalam APBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp650,31 triliun atau 18,93 persen dari penerimaan negara, sehingga berpotensi mempersempit ruang fiskal.

Sementara, S&P Global Ratings masih mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, tetapi rasio bunga terhadap penerimaan pemerintah umum yang persisten di atas 15 persen menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Kenaikan premi risiko 50-100 bps berpotensi menambah beban bunga sekitar Rp9-18 triliun per tahun seiring penerbitan SBN baru, sehingga pemerintah perlu memperkuat penerimaan pajak, meningkatkan produktivitas belanja, mengendalikan utang baru, serta menjaga kredibilitas fiskal dan konsistensi reformasi pasar untuk mempertahankan kepercayaan investor

Dari mancanegara, sentimen pasar global cenderung defensif seiring meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan perusahaan infrastruktur teknologi menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan besarnya belanja modal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...

Layanan Perpajakan Harus Dipermudah dan Transparan

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Layanan Perpajakan Harus Di...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.