Harta Karun Pangan Tersembunyi di Mimika, BRIN Ungkap Potensi Ekspor Kopi Hingga Karaka
Jumat, 16 Okt 2026, 01:49 WIBTIMIKA -Â Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memiliki potensi melimpah di sektor pertanian dan perikanan yang bernilai ekspor tinggi.Â
Periset Madya BRIN Solicah Vichy Budiwati di Timika, Kamis (15/10), mengatakan potensi tersebut terungkap setelah BRIN melaksanakan kajian pengembangan komoditas unggulan pertanian, perkebunan, perikanan dan pangan di daerah Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Barat, dan Distrik Agimuga selama tiga bulan.
"Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan, juga melihat kendala, potensi, peluang dalam pengembangan komoditas unggulan ini, sehingga nantinya dapat dirumuskan melalui satu strategi dalam bentuk rekomendasi kebijakan pengembangan komoditas unggulan," ujarnya.
Kajian difokuskan di lima potensi yakni hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, perikanan tangkap dan perikanan darat.
Tanaman hortikultura cocok dikembangkan di Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Barat dan Distrik Agimuga ialah tanaman cabai sedangkan untuk buah-buahan meliputi salak dan pisang.
Tanaman perkebunan sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah Mimika Timur adalah sagu, wilayah Distrik Mimika Barat adalah kelapa dan Distrik Agimuga adalah kopi robusta.
Di sektor perikanan Distrik Mimika Timur menjadi salah satu wilayah yang sektor perikanannya berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat karena komoditas perikanan bernilai ekspor.
Sementara, di Distrik Mimika Barat dan Agimuga juga memiliki potensi perikanan yang melimpah seperti udang dan kepiting bakau (karaka) yang juga memiliki nilai ekspor.
"Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekspor di wilayah Mimika yakni sektor perikanan," ujarnya.
Potensi perikanan dan pertanian di tiga distrik ini dari segi keunikan dan karakteristik masing-masing komoditas juga punya keunggulan yang berbeda dengan komoditas di daerah daerah lainnya.
"Kopi punya karakteristik yang luar biasa dari sisi rasa dan wanginya. Kemudian, komoditas udang, kepiting dan juga umbi-umbian juga menjadi perhatian kami karena komoditas ini memiliki keunggulan dan karakteristik yang lebih unik," ujarnya.
Sinergisitas dan kolaborasi Pemerintah Mimika, PT Freeport Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro, tokoh masyarakat, pelaku usaha komoditas unggulan lainnya sangat penting dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di wilayah itu.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika Darius Sabon Rain mengatakan melalui kajian dilakukan BRIN permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di tiga distrik dapat terpotret dalam hasil yang dilaporkan pada seminar hasil pengembangan komoditas unggulan pertanian, perkebunan, perikanan dan pangan di tiga distrik yang menjadi lokasi kajian.
"Cuma ada beberapa tambahan tadi yang disampaikan tetap di masukkan sebagai bahan evaluasi. Tinggal kami di BRIDA berusaha untuk melaporkan hasil kajian karena hasil kajian ini ada rekomendasi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," ujarnya.
BRIDA Mimika bertugas untuk menyampaikan dan mengawal, sehingga semua hasil kajian dan rekomendasi ini harus dilaksanakan oleh OPD teknis untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi masyarakat.
"Permasalahan utama yang saya dipaparkan tadi pertama masalah transportasi,masalah akses pasar dan ketiga tenaga pendamping khususnya penyuluh pertanian," ujarnya.
- brin
- kabupaten mimika
- potensi pertanian mimika
- perikanan mimika
- komoditas ekspor papua
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bantu Warga Terdampak Kemarau, Kalteng Guyur 74.000 Liter Air Bersih
-
Fajar/Fikri Punya Satu Target di Asian Games, Emas Ganda Putra
-
Gubernur Pramono Minta Warga Tak Buang Sampah ke Anak Kali Krukut
-
1.000 Lebih Personel Dikerahkan, Basarnas All Out Salami Laut Cari 57 Korban Kapal Virgo
-
Gerak Cepat Polres Tanimbar! Titik Api Kebakaran Hutan Berhasil Dipadamkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.