Hampir 50 Tahun Tanpa Rehabilitasi Besar, SDN Rejodadi Bantul Tuntas Direvitalisasi
Jumat, 16 Okt 2026, 17:30 WIBBANTULâSD Negeri Rejodadi di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, kini memiliki fasilitas yang lebih memadai setelah menerima bantuan revitalisasi senilai Rp378.487.672. Sejumlah ruang yang sebelumnya membutuhkan pembenahan karena bangunan sekolah telah berusia hampir setengah abad diperbaiki melalui program tersebut.
Kepala SD Negeri Rejodadi Siti Sarofah mengatakan bangunan sekolah didirikan pada 1976 dan awalnya digunakan sebagai rumah dinas buruh. Selama hampir 50 tahun, bangunan tersebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi besar.
SDN Rejodadi kemudian menandatangani perjanjian kerja sama program revitalisasi pada 28 April 2026. Pengerjaan fisik dimulai pada 13 Juni dan kini telah diselesaikan 100 persen.
Dana bantuan revitalisasi dimanfaatkan untuk merehabilitasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan laboratorium komputer. Fasilitas yang telah diperbaiki tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan asesmen peserta didik, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Selain pembenahan fisik, SDN Rejodadi juga mendapatkan dukungan digitalisasi pembelajaran. Siti mengatakan sekolah terus mendorong penggunaan teknologi, termasuk Interactive Flat Panel (IFP), untuk membuat kegiatan belajar lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
SDN Rejodadi menjadi salah satu sekolah dasar di Bantul yang telah menuntaskan program revitalisasi. Perwakilan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Susianto, menyebut SDN Rejodadi dan SD Balong di Kapanewon Sewon termasuk dua dari 52 sekolah dasar sasaran revitalisasi yang pekerjaannya telah mencapai 100 persen.
Selain program perbaikan fisik sekolah, sebanyak 927 perangkat IFP telah didistribusikan ke satuan pendidikan di Kabupaten Bantul. Perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran interaktif sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi guru dan peserta didik untuk mengeksplorasi materi pembelajaran.
Menurut Susianto, ketersediaan perangkat digital perlu diikuti peningkatan kompetensi guru. Sekolah penerima karena itu diharapkan mampu mengoptimalkan fasilitas yang telah diberikan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat meninjau hasil revitalisasi SDN Rejodadi, Kamis (15/10), menekankan fasilitas pendidikan yang telah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Kemampuan guru menggunakan teknologi juga diperlukan agar peningkatan sarana sekolah berdampak pada kualitas pembelajaran.
Selain capaian akademik, pendidikan menurut Halim perlu diarahkan pada pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual serta pembentukan karakter peserta didik. Sinergi guru, kepala sekolah, dan orang tua juga diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bantul.
Berita Terkait:
-
Sidak Ombudsman Jadi Alarm! Kementerian Mulai Tertibkan Lapas
-
Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, John Herdman Minta GBK Bergemuruh Lawan Bangladesh
-
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan
-
Wakil Wali Kota Jakbar: Upaya Cegah Narkoba Harus Jadi Prinsip Sosial
-
Lebih Tua dari Jakarta, Tiga Buku Sejarah 500 Tahun Banjarmasin Ini Wajib Dibaca Generasi Muda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.