Dua Pejabat Baru Dilantik, Tantangan Karhutla dan Ketahanan Air Menanti.
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 14:53 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPergeseran dari restorasi ke pencegahan adalah pembeda lembaga ini dan yang sebelumnya. Gambut adalah tanah yang tersusun dari sisa tumbuhan yang tertimbun ribuan tahun dalam genangan. Selama basah, ia jinak dan menyimpan karbon. Begitu dikeringkan, ia menjelma bahan bakar yang mampu membara di bawah permukaan berpekan-pekan, sukar dijinakkan, bahkan oleh bom air dari udara.
Lazimnya, pemadaman terbaik terjadi jauh sebelum api muncul, yakni ketika muka air tanah dijaga tetap tinggi sepanjang kemarau. Tantangan terbesar BPGMN terletak pada jangkauan. Para pakar yang terlibat dalam penyusunan mandatnya, mendorong agar badan ini dapat menyentuh gambut di dalam konsesi.
Selain itu, pendekatan berbasis desa tidak akan bertaji selama pengeringan gambut berskala besar masih berlangsung. Dua syarat lain yang kiranya perlu terpenuhi, yaitu lembaga ini jangan bersifat ad hoc dan pemimpinnya mesti memahami seluk-beluk gambut.
Simpul di tengah
Pencegahan adalah kerja menahun, sementara api menyala hari ini. Karena itu, BNPB di bawah Kristomei tetap memikul tugas paling mendesak, yakni memadamkan, mengevakuasi, dan melindungi warga dari asap. Status siaga darurat karhutla di Kalimantan Tengah masih berlaku hingga akhir Oktober. Operasi darat dan udara perlu dipertahankan sampai musim hujan benar-benar tiba.
Kedua lembaga kini berdiri di dua ujung sungai yang sama. BNPB bekerja di hilir, ketika bencana telah terjadi. BPGMN bekerja di hulu, menjaga agar bencana tidak lahir.
Keberhasilan keduanya bergantung pada simpul di tengah: data titik panas yang dibagi seketika, peta kesatuan hidrologis yang dipakai bersama, serta pemerintah daerah yang mafhum kepada siapa harus melapor. Tanpa simpul itu, hulu dan hilir akan kembali berjalan sendiri-sendiri, sebagaimana acap terjadi sepanjang dekade silam.
Pembenahan internal BNPB juga bagian dari simpul tersebut. Dana siap pakai dirancang agar bantuan bergerak cepat tanpa terbelit prosedur. Ketika pengelolaannya tersandung perkara hukum, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap sigapnya negara hadir. Memulihkan kepercayaan itu sama mendesaknya dengan memadamkan bara.
Sepuluh tahun silam, capaian keberhasilan dihitung dari jumlah sekat kanal dan luas hektare yang diintervensi. Satu dekade ke depan, ukurannya mestinya lebih bersahaja, sekaligus lebih sukar dipenuhi: muka air gambut yang tetap tinggi saat kemarau, dan langit Pekanbaru, Jambi, Palangka Raya, serta Palembang yang tetap biru dari Agustus hingga Oktober.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!