Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Aceh Tengah Usulkan 12 Sekolah Terdampak Bencana Direlokasi

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 20:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Aceh Tengah Usulkan 12 Sekolah Terdampak Bencana Direlokasi Doc: ANTARA
Ket. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga bertemu dengan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto membahas percepatan pembangunan pascabencana.

BANDA ACEH – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengusulkan relokasi sebanyak 12 sekolah terdampak bencana banjir bandang yang melanda kabupaten itu pada akhir November 2025 ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

“Sekolah yang kita usulkan relokasi tersebut terdiri atas dua SMP, delapan SD, serta dua TK yang tersebar di Kecamatan Lut Tawar, Linge, Pegasing, Ketol, dan Bintang,” kata Haili Yoga dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Jumat (16/10).

Usai bertemu dengan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, Ia menjelaskan, Kabupaten Aceh Tengah mengalami bencana yang berulang sehingga menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, meskipun telah dibangun atau diperbaiki.

“Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang terencana agar fasilitas pendidikan dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut dia, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil dan satuan pendidikan yang belum memiliki fasilitas memadai.

Pemkab Aceh Tengah juga mengusulkan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan untuk jenjang TK, SD, dan SMP, meliputi rehabilitasi dan revitalisasi bangunan, digitalisasi pembelajaran, pengadaan meja dan kursi guru serta siswa, penambahan daya listrik sekolah serta pembangunan unit sekolah baru (USB) PAUD dan pe-negeri-an satuan pendidikan sesuai ketentuan.

Saat ini, satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah terdiri atas 190 SD negeri, 14 SD swasta, 44 SMP negeri, dan 14 SMP swasta yang tersebar di 14 kecamatan.

“Kami juga berharap sekolah-sekolah di daerah terpencil mendapat perhatian. Masih ada sekolah yang belum layak dan sudah puluhan tahun membutuhkan revitalisasi. Anak-anak di seluruh wilayah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” katanya.

Di samping pembangunan fisik, Bupati turut memaparkan program penguatan karakter peserta didik di Aceh Tengah. Program tersebut meliputi kewajiban membaca Al Quran satu jam sebelum pembelajaran, gerakan Sampahmu Tanggung Jawabmu, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan seiring dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta perlindungan anak. Ia juga mendorong keterlibatan nilai-nilai adat Gayo dalam pembinaan perilaku peserta didik.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menangani persoalan pendidikan pascabencana.

Ia menyatakan bahwa usulan relokasi dan perbaikan sekolah akan ditindaklanjuti dengan memperhatikan kelengkapan data, dokumen, serta persyaratan yang dibutuhkan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan, sekaligus mewujudkan layanan pendidikan yang lebih merata bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Aceh Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Mulai 25 Oktober, UMKM Dapa...
Nasional
Ada Korupsi Ratusan Miliar ...

BMKG Pastikan Kabut Asap di Aceh Berasal dari karhutla

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG Pastikan Kabut Asap di...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.