Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Gagal Panen Massal, Pemkab Agam Kepung Hama Tikus Sebelum Mengganas

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Ancaman Gagal Panen Massal, Pemkab Agam Kepung Hama Tikus Sebelum Mengganas Doc: ANTARA/Yusrizal
Ket. Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo.

LUBUK BASUNG - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyiapkan gerakan massal pengendalian hama tikus di Kecamatan Tanjung Raya pada awal November 2026 guna mengantisipasi risiko gagal panen akibat dampak perubahan iklim. 

Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Kamis (15/10), mengatakan gerakan pengendalian hama tikus dilakukan di Kecamatan Tanjung Raya pada awal November 2026, setelah padi petani di panen.

"Gerakan pengendalian hama tikus ini kita lakukan setelah padi petani dipanen, karena pengendalian hama tikus lebih efektif dilakukan," katanya.

Ia mengatakan setelah panen tidak mengganggu proses penanaman, juga secara siklus hidup hama saatnya musim kawin dan membuat sarang baru.

Untuk itu, pengendalian hama tikus efektif dilakukan, sehingga tikus tidak berkembang biak.

"Pengendalian hama tikus bakal kita lakukan bersama petani," kata dia.

Ia menambahkan sebelumnya bakal dilakukan pemantauan lokasi dan pemetaan permasalahan penyebab terjadinya serangan hama.

Lalu berkoordinasi dengan petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di bawah UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar.

"Perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, perubahan pola hujan, kelembapan yang tinggi, serta kondisi cuaca ekstrem dapat mempengaruhi perkembangan dan penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Agam mengajak seluruh petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala serangan hama dan penyakit pada tanaman padi sawah.

Pengamatan secara rutin perlu dilakukan sejak awal pertumbuhan hingga menjelang panen agar keberadaan OPT dapat diketahui sedini mungkin.

Serangan OPT yang terlambat diketahui dan tidak segera ditangani berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman, menurunkan hasil panen, dan pada akhirnya mempengaruhi produktivitas padi.

Ia mengimbau petani dan masyarakat agar tidak menunggu serangan meluas. Apabila menemukan gejala serangan hama maupun penyakit tanaman padi, segera laporkan kepada penyuluh pertanian di wilayah masing-masing.

Setelah itu laporkan ke Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di wilayah setempat atau Dinas Pertanian Agam untuk mendapatkan tindak lanjut dan penanganan secara cepat dan tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Tidak Simpel, Liga Putri In...
Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.