Amartha Perkuat Akses Modal bagi Perempuan Petani dan Pembudidaya Rumput Laut

Jumat, 16 Okt 2026, 21:32 WIB

JAKARTA — Pemberdayaan perempuan di perdesaan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Perempuan tidak hanya terlibat dalam produksi pangan, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlangsungan usaha pertanian, perikanan, dan peternakan hingga menopang ekonomi keluarga.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat perempuan menyumbang sekitar 41 persen tenaga kerja pertanian global. Sementara itu, di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian hingga Februari 2025, termasuk dalam kegiatan budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Ket. Foto: Sumarni (tengah), perempuan petani dari Sukoharjo, bangkit mengembangkan usaha palawija berkat dukungan pembiayaan Amartha. Kini, jerih payahnya mampu menopang ketahanan pangan keluarga dan biaya pendidikan anak. — Sumber: Amartha

Meski memiliki kontribusi besar, perempuan di perdesaan masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usaha. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan akses permodalan, literasi digital, serta dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan pendapatan keluarga.

Amartha Financial berupaya menjawab persoalan tersebut melalui penyediaan pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdesaan sejak 2010. Dukungan ini menyasar perempuan yang terlibat dalam rantai pangan, mulai dari pertanian hingga sektor kelautan.

Momentum Hari Perempuan Perdesaan Internasional yang diperingati setiap 15 Oktober menjadi pengingat pentingnya memperkuat akses dan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha. Sepanjang 2025, hampir 30 persen mitra Amartha bergerak di sektor pertanian dan peternakan.

Founder dan CEO Amartha Financial Andi Taufan mengatakan, perusahaan berupaya memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, dan perluasan akses pasar bagi perempuan di perdesaan.

“Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan,” ujar Andi melalui siaran pers pada hari Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, dukungan pembiayaan dan pendampingan yang diberikan Amartha telah membantu hampir 99.000 mitra di perdesaan membuka lapangan kerja baru. Sebanyak 97 persen dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan.

Sumarni Mengembangkan Usaha Palawija

Salah satu contoh peran perempuan dalam menopang ketahanan pangan terlihat dari perjalanan Sumarni, petani palawija di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Selama lebih dari tujuh tahun, ia menekuni usaha pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anaknya.

Sebelum mengembangkan palawija, Sumarni sempat menanam melon. Namun, keterbatasan modal membuatnya kesulitan mengembangkan usaha tersebut. Kondisinya mulai berubah setelah ia bergabung menjadi mitra Amartha sekitar lima tahun lalu dan memperoleh pembiayaan untuk melanjutkan usaha pertanian.

Modal tersebut membantunya menjalankan usaha dengan lebih leluasa. Hasil panen palawija umumnya dijual langsung kepada pembeli yang tinggal di sekitar rumahnya.

“Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen. Saya bisa mendapat penghasilan hingga Rp500.000 setiap dua hari, terutama saat harga sedang bagus,” kata Sumarni.

Pekerjaan sebagai petani menuntut tenaga fisik yang besar, mulai dari mencangkul, memupuk, hingga meratakan tanah. Meski demikian, pendapatan dari usaha tersebut membantu Sumarni memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Ia berharap usaha palawijanya terus berkembang agar dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anaknya. Selain membiayai pendidikan anak, Sumarni juga memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah umrah.

Mariani Memperluas Budidaya Rumput Laut

Pemberdayaan perempuan di perdesaan juga berlangsung di sektor kelautan. Mariani, perempuan pembudidaya rumput laut dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, mengembangkan usahanya dari skala kecil hingga mampu meningkatkan produksi setelah memperoleh dukungan pembiayaan dan pendampingan.

Empat tahun lalu, Mariani memulai usaha dengan menjemur beberapa helai rumput laut di belakang rumah. Pada masa awal, pendapatannya belum stabil karena bergantung pada cuaca, pasang surut, dan kondisi laut.

Setelah menjadi mitra Amartha, ia memperoleh pembiayaan yang digunakan untuk memperluas area budidaya. Perluasan tersebut membantu meningkatkan produksi dan pendapatan usahanya.

“Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka. Pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membuat produksi usaha saya bisa terus berkembang dan pendapatan meningkat,” ujar Mariani.

Usaha tersebut tidak hanya membantu Mariani memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia kini melibatkan beberapa tetangga, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, untuk membantu memanen dan menjemur rumput laut.

Keterlibatan warga sekitar membuka peluang tambahan penghasilan bagi perempuan lain di lingkungannya. Dengan demikian, perkembangan usaha Mariani turut menggerakkan aktivitas ekonomi di komunitas pesisir.

20261016212418_Foto-Ibu-Mariani.jpg

Mariani, perempuan pembudidaya rumput laut dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara(Doc. Amartha)

Pulihkan Ketahanan Pangan Masyarakat Terdampak Bencana

Selain pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM, Amartha memperluas dukungannya melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat yang berada di bawah Amartha.org. Yayasan tersebut dibangun untuk mendorong dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat di daerah.

Salah satu program yang dijalankan adalah pemulihan ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program tersebut mencakup pemulihan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa.

Dukungan juga diberikan melalui penyediaan hewan ternak sapi untuk membantu produksi kompos. Upaya ini ditujukan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus membantu masyarakat memulihkan produktivitas lahan setelah bencana.

Andi mengatakan, pemulihan infrastruktur pertanian menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

“Dengan pulihnya irigasi, lahan pertanian mulai kembali produktif. Kami berharap upaya ini dapat memulihkan perekonomian sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Program pemulihan tersebut turut dilengkapi pelatihan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, produksi, dan pemasaran bagi kelompok tani serta pelaku UMKM yang terdampak bencana. Pelatihan diharapkan membantu masyarakat membangun kembali usaha dan meningkatkan kemampuan mengelola kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Menurut Andi, pemberdayaan perempuan perdesaan membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar memberikan akses pembiayaan. Dukungan tersebut perlu disertai pendampingan dan penguatan ekosistem usaha agar perempuan dapat mengembangkan kapasitas serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal.

“Pemberdayaan perempuan perdesaan bukan hanya sebatas memberikan akses permodalan, melainkan tentang membangun ekosistem berkelanjutan agar mereka dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan,” kata Andi.

Ia menambahkan, Amartha akan melanjutkan pengembangan layanan keuangan digital untuk mendukung perempuan di perdesaan agar lebih mandiri dan mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui pembiayaan produktif, pendampingan usaha, dan program pemulihan masyarakat, pemberdayaan perempuan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, tetapi juga memperkuat keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan ekonomi komunitas perdesaan.

  • ekonomi desa
  • pertanian
  • ketahanan pangan
  • Budidaya rumput laut
  • Ekonomi Keluarga
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Amartha
  • Amartha Financial
  • Perempuan Perdesaan
  • Petani Perempuan
  • UMKM Perdesaan
  • Pembiayaan Produktif
  • Amartha Empower

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.