Perkuat Koperasi Pertanian ASEAN, Indonesia Dorong Petani Lebih Berdaya dan Sejahtera
Kamis, 15 Okt 2026, 19:15 WIBJAKARTA â Indonesia mendorong lima agenda strategis untuk memperkuat pengembangan koperasi pertanian dan kehutanan di antara negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Deva Rachman menyebutkan agenda tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, antisipasi perubahan iklim, regenerasi anggota koperasi, hingga integrasi data untuk memperluas akses pasar, demikian keterangan LPDB Koperasi, di Jakarta, Kamis (15/10).
Agenda tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) di Yogyakarta, 12-13 Oktober 2026.
Lima agenda tersebut menjadi usulan Indonesia dalam pembahasan Plan of Action (POA) ACEDAC 2027, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan dan peluang pengembangan koperasi pertanian di kawasan.
Agenda pertama yang didorong Indonesia adalah pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian dan kehutanan.
Kedua, penyusunan langkah strategis untuk menghadapi fenomena El Niño dan dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan usaha pertanian.
Ketiga, peningkatan keterlibatan generasi muda dalam koperasi pertanian dan kehutanan melalui program youth camp dan pertukaran pemuda (exchange programs).
Menurut Deva, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat mendorong pembaruan gagasan serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi.
Keempat, penyusunan strategi untuk menjawab tantangan penuaan generasi dalam koperasi pertanian.
Kelima, integrasi data koperasi pertanian di ASEAN untuk mendukung perdagangan, investasi, dan pengembangan pasar melalui platform marketplace ACEDAC. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas informasi serta membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara.
Deva berharap kelima agenda ini menjadi landasan penguatan pertukaran pengetahuan, pengembangan program bersama, dan kolaborasi antarkoperasi di kawasan ASEAN.
Selain meningkatkan daya saing, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membantu koperasi beradaptasi dengan perubahan teknologi, dinamika pasar, dan tantangan iklim.
Pertemuan ACEDAC ke-32 dan ASWGAC ke-27 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan koperasi pertanian di kawasan ASEAN.
Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar bagi penguatan kerja sama dan tindak lanjut program pada periode berikutnya.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Business Forum ACEDAC 2027, sementara pertemuan Dewan ACEDAC berikutnya akan diselenggarakan di Laos pada 2027.
Melalui penyampaian agenda tersebut, Indonesia mendorong penguatan sinergi regional untuk membangun koperasi pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
- koperasi
- ASEAN
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lima Gol Tercipta! Spanyol Sukses Bungkam Inggris dalam Duel Sengit
-
Sedikitnya 56 Orang Tewas dalam Bencana Banjir di India Utara
-
BEI Gaspol! Seluruh Anggota Bursa Siap Terapkan Harga Saham Terendah Rp1
-
Bencana Bisa Datang Kapan Saja, PABI Siapkan Dokter Bedah untuk Kondisi Darurat
-
Absurd Banget! Pria Nekat Rampok Pegadaian di Kebon Jeruk Pakai Pistol Mainan, Gara-gara Terlilit Utang!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.