Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Barat Gandeng ICBA Kelola Karbon Hutan, Masyarakat Adat Diminta Jadi Prioritas

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 16:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Barat Gandeng ICBA Kelola Karbon Hutan, Masyarakat Adat Diminta Jadi Prioritas Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama ICBA menandatangani kerja sama pengelolaan potensi karbon di Manokwari, Kamis (15/10).

Manokwari - Pemerintah Provinsi Papua Barat menggandeng Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICBA) untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi karbon hutan serta keanekaragaman hayati agar meningkatkan manfaat ekonomi bagi daerah maupun masyarakat adat.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Manokwari, Kamis (15/10), mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemerintah provinsi dan ICBA harus ditindaklanjuti melalui pembagian peran dan koordinasi lintas sektor.

"Setelah kita mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing, saya harapkan semua pihak proaktif," kata Dominggus.

Dia menjelaskan Papua Barat memiliki kawasan hutan dengan potensi karbon dan keanekaragaman hayati yang bernilai penting bagi pengendalian perubahan iklim global sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Potensi tersebut akan dikelola secara berkelanjutan melalui mekanisme yang transparan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga masyarakat adat di wilayah Papua Barat.

"Masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat harus jadi prioritas dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program pengelolaan karbon hutan," ucap Dominggus.

Selain itu, kata dia, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus melakukan sosialisasi secara terbuka agar masyarakat memahami mekanisme pemanfaatan karbon, hak atas wilayah adat, serta perolehan manfaat ekonomi di masa mendatang.

Diseminasi informasi yang transparan soal nilai finansial produksi karbon dari upaya perlindungan hutan, mekanisme perdagangan karbon, serta proporsi pembagian hasil berdampak positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat menjaga kelestarian hutan.

"Pelestarian hutan sulit berjalan maksimal jika masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam tidak peroleh manfaat langsung dari upaya konservasi," ujarnya.

Di sisi lain, kata Dominggus, keterbatasan sumber penghasilan dapat mendorong masyarakat membuka maupun menebang hutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga diperlukan skema pemanfaatan karbon yang memberikan nilai tambah.

Pengelolaan potensi karbon melalui kerja sama dengan ICBA diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat partisipasi aktif masyarakat adat di wilayah Papua Barat menjaga kelestarian lingkungan.

"Sejak 2022, Papua Barat komitmen jaga kelestarian 70 persen kawasan hutan. Ini bagian dari kebijakan pembangunan yang utamakan keseimbangan ekonomi dan lingkungan," ucapnya.

Komitmen tersebut, kata dia, menjadi landasan penentuan pemanfaatan ruang, termasuk kebutuhan lahan untuk pembangunan permukiman, fasilitas pemerintahan, serta infrastruktur penunjang pelayanan publik di seluruh wilayah Papua Barat.

Papua Barat juga memiliki kawasan mangrove yang bernilai ekologis yang besar karena berfungsi menyimpan karbon, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Otomotif
Garda Oto Perkuat Layanan B...
Nasional
Menag Apresiasi Dompet Dhua...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.