Pangan Lokal Didorong Jadi Andalan Pemenuhan Gizi Anak di DIY
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA—Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar keluarga didorong menjadi salah satu pilihan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama pada masa pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Selain mudah diperoleh, pangan lokal dapat diolah menjadi menu beragam dengan kandungan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus pencegahan stunting.
Pemanfaatan pangan lokal tersebut menjadi perhatian dalam Lomba Kreasi Menu MPASI Bergizi yang diikuti puluhan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY di Pendapa Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (14/10).
Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam mengatakan pemenuhan gizi seimbang selama masa MPASI perlu didukung dengan penggunaan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat, tetapi tetap kaya nutrisi. Kreativitas dalam mengolah bahan makanan juga diperlukan agar anak memperoleh menu yang beragam dan aman.
Menurut dia, persoalan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh makanan dengan kandungan gizi yang sesuai kebutuhan pertumbuhannya.
“Harapan saya anak-anak makan makanan yang bergizi tinggi, seimbang, beragam, dan juga aman biar anak-anak tidak stunting. Semoga dengan digelarnya acara untuk makanan kreatif ini, anak-anak bisa lahap makannya dengan makanan-makanan lokal yang bergizi dan anak-anak tidak stunting lagi,” tuturnya.
Gusti Putri juga mengingatkan para orang tua agar tetap sabar dan telaten dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak setiap hari.
“Semoga ibu-ibu tidak jenuh untuk memberi makan anak-anak yang bergizi, dan selalu harus mempunyai tekad serta kebijaksanaan untuk anak-anak kita, biar anak-anak kita cerdas, sehat, dan pintar sekolah,” tutupnya.
Beragam bahan pangan lokal khas DIY diolah menjadi kreasi MPASI dalam kegiatan tersebut. Bahan yang digunakan antara lain berasal dari olahan gudeg, daun kelor, hingga ubi ungu. Menu hasil kreasi peserta kemudian dianalisis oleh ahli gizi untuk mengetahui kandungan dan kecukupan gizinya.
Resep yang dihasilkan peserta juga direncanakan dihimpun dalam bentuk buku sehingga dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi MPASI bergizi.
Tim PKK Sleman yang beranggotakan Daru Prasetiawati, Mujiati, dan Nestiti meraih juara pertama melalui kreasi MPASI berbahan dasar ubi ungu lokal. Tim tersebut selanjutnya akan mewakili DIY dalam kompetisi tingkat nasional.
Daru mengatakan ubi ungu dipilih karena komoditas tersebut tersedia melimpah di Sleman dan dinilai memiliki kandungan gizi yang baik bagi anak.
“Selain memiliki kadar gula yang aman, kulit ubi ungu juga mengandung antioksidan yang efektif menunjang daya tahan tubuh anak,” jelasnya.
Kreasi MPASI berbasis pangan lokal tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan lomba. Para peserta diharapkan dapat menerapkan sekaligus membagikan contoh menu yang dihasilkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!