Milan Wajib Bangkit untuk Jaga Momentum

Kamis, 15 Okt 2026, 06:52 WIB

SALZBURG, AUSTRIA - AC Milan dan Juventus menghadapi tantangan berbeda dalam laga lanjutan Liga Eropa (Europa). Milan harus membayar mahal kekalahan dalam pertandingan pembuka. Sedangkan Juventus dituntut menjaga momentum setelah tampil meyakinkan di laga perdana. Lawatan Milan ke markas Red Bull Salzburg dan Juventus ke kandang Celta Vigo, Jumat (16/1) dini hari WIB, menjadi ujian penting bagi dua wakil Italia tersebut dalam membangun kembali reputasi mereka di kompetisi Eropa.

Milan bertandang ke Austria dengan beban memperbaiki posisi setelah kalah 0-2 dari Benfica di San Siro. Sebaliknya, Salzburg datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencuri kemenangan 1-0 atas Levski Sofia di Bulgaria. Situasi itu membuat Rossoneri tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin.

Ket. Foto: Gelandang asal Prancis milik Milan, Adrien Rabiot (tengah), merayakan bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce di Stadion San Siro, Milan. — Sumber: Isabella BONOTTO / AFP

Kekalahan dari Benfica terasa menyakitkan karena Milan sebenarnya menguasai pertandingan dan mampu mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti lawan. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Ketidakmampuan memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum menghadapi Salzburg.

Meski demikian, kekalahan tersebut menjadi satu-satunya noda Milan musim ini. Mereka telah mengumpulkan 12 poin dari enam pertandingan Serie A. Kemenangan 3-0 atas Lecce sebelum jeda internasional sempat memperlihatkan potensi tim. Namun, hasil imbang 1-1 melawan Sassuolo pekan lalu kembali menunjukkan bahwa konsistensi masih perlu dibenahi.

Milan kini menjalani enam pertandingan liga tanpa kekalahan untuk pertama kalinya sejak 2022. Setelah gagal mengamankan tiket Liga Champions musim lalu, mereka perlahan membangun fondasi baru di bawah Ruben Amorim. Namun, kemajuan di kompetisi domestik belum sepenuhnya tecermin di Eropa.

Menghadapi Salzburg, Amorim berpeluang melakukan rotasi demi menjaga kebugaran pemain menjelang laga Serie A melawan Atalanta. Goncalo Ramos diperkirakan tetap menjadi tumpuan lini depan, dengan Alphadjo Cisse, Diego Moreira, Ruben Loftus-Cheek, Omari Hutchinson, dan Christian Pulisic bersaing mendapatkan tempat di susunan utama.

Masalah Milan tidak hanya berada di lini serang. Mattia Gabbia mengalami cedera paha saat menghadapi Sassuolo dan berpotensi absen hingga empat bulan. Alexis Saelemaekers juga tidak tersedia. Kondisi tersebut memaksa Amorim menyusun ulang keseimbangan tim, terutama ketika Salzburg mencoba memanfaatkan kecepatan para pemain mudanya.

Luka Modric, yang kini berusia 41 tahun, berpeluang kembali tampil di Eropa. Jika dimainkan, dia akan mencatatkan penampilan ke-157 di kompetisi Eropa. Pengalaman gelandang Kroasia itu bisa menjadi faktor penting untuk mengendalikan tempo sekaligus membantu Milan mengatasi tekanan tandang.

Salzburg bukan lawan yang bisa diremehkan. Di bawah Danny Rohl, mantan pelatih Rangers, mereka belum terkalahkan dalam 15 pertandingan kompetitif, dengan catatan 11 kemenangan dan empat hasil imbang. Mereka juga menempati posisi kedua Bundesliga Austria, hanya tertinggal tiga poin dari Rapid Vienna.

Haris Tabakovic dan Karim Konate menjadi pilihan utama di lini depan. Sementara itu, Edmund Baidoo dan Bartosz Mazurek mewakili generasi muda yang dapat menguji konsentrasi pertahanan Milan. Meski demikian, sejarah pertemuan berpihak kepada tim Italia tersebut. Milan memenangi sembilan dari 13 laga melawan klub Austria dan pernah membantai Salzburg 4-0 pada November 2022. Salzburg belum pernah mengalahkan Milan dalam empat pertemuan sebelumnya.

Situasi Juventus sedikit berbeda. Mereka mengawali Liga Eropa dengan kemenangan telak 5-0 atas NEC di Turin. Hasil ini memperlihatkan potensi serangan sekaligus memberikan modal kepercayaan diri. Namun, Luciano Spalletti tetap menghadapi pekerjaan berat ketika membawa timnya ke markas Celta Vigo.

Juventus gagal menembus empat besar Serie A musim lalu setelah kehilangan banyak poin pada penghujung kompetisi. Kegagalan itu membuat mereka absen dari Liga Champions, kompetisi yang lebih akrab bagi klub pemilik dua gelar juara Eropa tersebut. ben/G-1

  • AC Milan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.